Senin, 22 Oktober 2018

Gempa di NTB, Operasional Bandara Lombok dan Bali Kembali Normal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan penerbangan setelah adanya penutupan operasional bandara akibat erupsi Gunung Raung di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, 8 Agustus 2015. Abu vulkanik erupsi Gunung Raung yang berhembus ke arah Bali dan Lombok membuat Bandara Ngurah Rai Bali menutup semua penerbangan mulai pukul 06.30 Wita dan memberlakukan sistem buka tutup. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan penerbangan setelah adanya penutupan operasional bandara akibat erupsi Gunung Raung di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, 8 Agustus 2015. Abu vulkanik erupsi Gunung Raung yang berhembus ke arah Bali dan Lombok membuat Bandara Ngurah Rai Bali menutup semua penerbangan mulai pukul 06.30 Wita dan memberlakukan sistem buka tutup. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Communication Senior Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Awaluddin kegiatan operasional di Bandara Lombok Praya dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali I telah berjalan seperti biasa pasca Gempa 7 Skala Richter di Nusa Tenggara Barat, pada Ahad, 5 Agustus, 18.46 WIB.

    Baca: Gempa di Laut Lombok Utara, NTB Terasa hingga ke Bali

    "Kegiatan operasional bandara sudah kembali normal," ujar Awaluddin dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad malam. Awaluddin berujar tidak ada kerusakan fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron di dua bandara tersebut. Kerusakan minor hanya terjadi pada beberapa fasilitas di terminal.

    Gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) mengguncang Sumbawa Timur, Laut Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Ahad, 5 Agustus, 18.46 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gempa itu berpotensi tsunami. Adapun titik gempa berada di kedalaman 15 km dari permukaan laut, tepatnya di garis lintang 8.73 LS dan garis bujur 116.48 BT.

    Awaluddin berujar listrik di Bandara Lombok Praya sempat padam sekitar pukul 20.00 WITA. Pegawai dan penumpang di fasilitas sisi udara dan terminal sempat dievakuasi di titik evakuasi di luar terminal. Namun, menjelang pukul 20.30 WITA calon penumpang sudah kembali ke ruang tunggu terminal.

    Saat ini, untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang, kata Awaluddin, petugas sedang meninjau dan melakukan pembersihan terhadap berbagai sarana serta fasilitas di seluruh area, baik di terminal dan sisi udara yang terdampak gempa. Walau begitu, kegiatan operasional sudah kembali nomal.

    "Angkasa Pura I memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin muncul akibat proses pembersihan dari sarana ataupun fasilitas yang terdampak di area terminal," ujar Awaluddin.

    Baca: Gempa Lombok, Ada 203 Kali Gempa Susulan

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai situasi pasca gempa di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Lombok Awaluddin mengimbau kepada calon penumpang untuk dapat menghubungi Contact Center di nomor 172 maupun di akun twitter @angkasapura172.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.