Rabu, 15 Agustus 2018

Populasi Domba Batur Turun 40 Persen, Kementan Jelaskan Sebabnya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau domba-domba yang diikutsertakan dalam kontes di Istana Bogor. (Istman/Tempo)

    Presiden Jokowi meninjau domba-domba yang diikutsertakan dalam kontes di Istana Bogor. (Istman/Tempo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengatakan populasi domba Batur pada 2018 sebanyak 7.900 ekor. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 40 persen bila dibandingkan dengan populasi tahun 2017 yakni sekitar 13.173 ekor.
     
    Menurut I Ketut faktor yang menyebabkan penurunan salah satunya adalah pakan dan pengendalian penyakit yang masih kurang optimal. Selain itu, penjualan dan pemotongan domba Batur yang tak terkendali membuat populasi turun siginifikan. 
     
    Tak hanya jumlah, kawin sedarah atau inbreeding juga menyebabkan penurunan kualitas Domba Batur. “Intinya pakan, pakan, pakan dan pengendalian penyakit untuk meningkatkan populasi ternak,” kata I Ketut Diarmita dalam keterangan tertulis, Ahad, 5 Juli 2018.
     
    I Ketut menyampikan hal itu saat hadir dalam Dieng Culture Festival Domba Batur yang bertempat di lapangan Soeharto Withlem Dieng Kulon Banjarnegara, Jawa Tengah. Menurut I Ketut terkait dengan peningkatan produksi dan pengembangan pakan silahkan berkomunikasi dengan UPT kami Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Pengembangan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturaden.
     
    Menurut I Ketut domba Batur memiliki potensi untuk ditingkatkan populasinya karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dari daging dan woolnya. I Ketut mengatakan Domba Batur dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi rumah tangga peternak karena selain fungsinya sebagai penyedia protein hewani juga berperan dalam penyediaan pupuk kandang untuk budi daya pertanian.
     
    "Untuk mempertahankan dan melestarikan sumber daya genetik domba Batur, Kementerian Pertanian telah menetapkan Kabupaten Banjarnegara sebagai wilayah sumber bibit domba Batur melalui Kepmentan Nomor 352 Tahun 2015," ujar I Ketut.
     
    Untuk itu, I Ketut mengajak Pemda Banjarnegara untuk meningkatkan populasi ternak domba Batur yang menjadi keunggulan komparatif di wilayah Banjarnegara. "Jika kita kelola dengan baik kekayaan sumber daya genetik yang kita miliki saat ini, maka akan menjadi sebuah keniscayaan Indonesia menjadi lumbung ternak dunia di masa mendatang".
     
    Lebih lanjut I Ketut mengatakan tantangan pasca panen juga harus menjadi perhatian, terutama dalam mengolah wool domba Batur agar mempunyai nilai tambah bagi peternak, sekaligus juga akan memberikan side effect bagi pertumbuhan wisata di wilayah Dieng.
     
     
    Kementan yakin peluang pengembangan domba Batur sangat besar, apalagi jika mampu meningkatkan daya saing sehingga menjadi keunggulan kompetitif di wilayah ini.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.