Naikkan Transaksi Dagang USD 50 M, Indonesia - AS Susun Roadmap

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat melepas ekspor produk manufaktur ke Amerika Serikat (AS), dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 15 Mei 2018. Produk yang diekspor antara lain manufaktur berupa alas kaki, garmen, dan barang elektronik. TEMPO/Tony Hartawan

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat melepas ekspor produk manufaktur ke Amerika Serikat (AS), dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 15 Mei 2018. Produk yang diekspor antara lain manufaktur berupa alas kaki, garmen, dan barang elektronik. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat sepakat meningkatkan nilai perdagangan atau transaksi dagang hingga US$ 50 miliar. "Disepakati kedua belah pihak untuk meningkatkan minimal US$ 50 miliar," kata Enggartiasto di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Ahad, 5 Agustus 2018. 

    Baca: BI Terbitkan Aturan Transaksi Dagang Gunakan Ringgit

    Enggartiasto mengatakan, nilai perdagangan Indonesia dan AS saat ini hanya senilai US$ 28 miliar. Nilai tersebut dianggap masih terlalu kecil. Sebagai langkah awal, Enggartiasto mengatakan bahwa masing-masing negara akan menyusun roadmap. "Roadmap itu termasuk list of products, kemudian bagaimana mencapai itu," ujarnya.

    Menurut Enggartiasto, dalam 2-3 tahun ke depan, roadmap peningkatan nilai perdagangan AS-Indonesia diharapkan sudah selesai. Ia menuturkan, penyusunannya harus dilakukan dengan hati-hati dan segera mungkin disusun lantaran sudah ada kesepakatan.

    Total perdagangan Indonesia dan AS pada 2017 tercatat sebesar US$25,91 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia mencapai US$17,79 miliar dan impor Indonesia sebesar US$8,12 miliar. Sehingga, neraca perdagangan Indonesia terhadap AS surplus US$9,67 miliar.

    Baca: Penyatuan Zona Waktu Tingkatkan Transaksi Dagang

    Sedangkan, pada tahun 2018 (Januari-April) tercatat total perdagangan kedua negara sebesar US$9,36 miliar dengan neraca transaksi dagang surplus bagi Indonesia sebesar US$2,84 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia sebesar US$6,10 miliar dan impornya US$3,26 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.