JNE Targetkan Jumlah Agen Tahun Ini Bertambah 15 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengecek paket sebelum dikirim, di Kantor Pusat JNE, Jakarta, 16 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas mengecek paket sebelum dikirim, di Kantor Pusat JNE, Jakarta, 16 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohamad Feriadi mengatakan perusahaan membidik pertumbuhan point of sales atau agen JNE. Menurut dia, sampai akhir tahun ini perusahaan menargetkan bakal menambah agen hingga 15 persen.

    Baca juga: JNE Akan Distribusikan BPKB dalam Layanan SIBEJO di Jawa Tengah

    "Tahun ini target kami untuk pertumbuhan jaringan penjualan atau point of sales 10-15 persen," kata Feriadi ditemui di sela acara agent gathering JNE di gedung Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Agustus 2018.

    Pada 2017, jumlah jaringan atau agen JNE telah mencapai 6.000 agen. Sedangkan hingga semester pertama 2018, jumlah jaringan agen telah mencapai 6.800 atau naik 13-14 persen.

    Feriadi mengatakan pertumbuhan pengiriman jasa dari JNE sendiri dalam beberapa tahun terus meningkat 30-40 persen. Peningkatan tersebut di dominasi dengan pengiriman di sektor retail.

    Menurut Feriadi, pengiriman sektor retail yang terus meningkat juga didorong dengan terus berkembangnya berbagai macam marketplace atau platform penjualan online. Termasuk juga mulai tumbuhnya penjual individu atau individual seller, yang menjual lewat Facebook atau Instagram.

    "Padahal ini penetrasinya baru 3 persen, artinya potensinya luar biasa," kata Feriadi yang juga menjadi Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) ini.

    Feriadi memprediksi jasa pengiriman dari sektor retail dari akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan marketplace tersebut. Adapun, diprediksi pada 2020, JNE menargetkan pertumbuhan penjualan lewat marketplace meningkat hingga 130 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.