Kamis, 13 Desember 2018

Jokowi Pertanyakan Arah Industri Mobil Listrik Nasional

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat meninjau pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, 2 Agustus 2018. GIIAS 2018 yang ke-26 ini dibuka Jokowi dan diikuti lebih dari 40 mobil dan delapan sepeda motor terbaru, yang akan diluncuran dalam pameran ini. Tempo/Amston Probel

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat meninjau pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, 2 Agustus 2018. GIIAS 2018 yang ke-26 ini dibuka Jokowi dan diikuti lebih dari 40 mobil dan delapan sepeda motor terbaru, yang akan diluncuran dalam pameran ini. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara tak langsung mempertanyakan arah industri otomotif, khususnya terkait dengan pengembangan mobil listrik di Tanah Air. Ia ingin pelaku industri otomotif di Indonesia bekerja keras dan terus berinovasi untuk menghadirkan produk yang ramah lingkungan.

    Baca: Minta Impor Disetop, Jokowi: Saya Gak Main-main

    Hal tersebut disampaikan Jokowi di akun Instagram resminya, @jokowi, semalam. Sebelumnya, pada Kamis, 2 Agustus 2018, Jokowi meresmikan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang.

    Pertanyaan arah industri mobil listrik nasional oleh Jokowi itu tak lepas dari perkembangan sejumlah negara, seperti Prancis, Inggris, dan Cina. Pemerintah Prancis dan Inggris tahun lalu menyatakan hendak melarang penjualan mobil nonlistrik di kedua negara itu mulai tahun 2040.

    Baca: Strategi Jokowi Antisipasi Ancaman Perang Dagang AS

    "Lalu pemerintah Tiongkok bertekad jadi yang terdepan di dunia dalam mengembangkan mobil listrik," seperti dikutip dari pernyataan Jokowi di akun Instagram-nya, Kamis malam.

    Dengan perkembangan itu, Jokowi membayangkan dampaknya ke Indonesia. "Bagaimana dengan kita? Negara kita bagian dari rantai produksi industri otomotif global. Tren yang sudah dimulai di negara-negara maju, masuk ke negara tetangga, hanya tinggal menunggu waktu untuk sampai ke Indonesia."

    Lebih jauh, Jokowi menjelaskan, Indonesia membutuhkan inovasi berupa implementasi biodiesel 20 persen atau B20 dengan menghadirkan lebih banyak kendaraan yang ramah lingkungan. Ia mencontohkan Brasil tahun 1970 sudah bisa menerapkan kendaraan berbahan bakar 100 persen bioethanol dari produk lokal gula tebu.

    Melihat pengalaman Brasil itu, Jokowi lalu menantang industri sawit dalam negeri. “Masak kita yang punya produksi sawit jutaan ton tidak bisa? Dengan implementasi B20, penghematan devisa kita hampir US$ 6 miliar dan harga minyak sawit Indonesia juga akan terangkat hingga US$ 100 per ton.”

    Unggahan di Instagram yang disampaikan Jokowi sejak 12 jam lalu itu, hingga kini pukul 11.00 siang, sudah mendapat klik like sebanyak 127.798. Unggahan itu juga telah menuai komentar dari 2.527 pengguna Instagram lainnya. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers End Game, Para Jagoan yang Selamat Menuju Laga Akhir

    Sejumlah jagoan yang selamat dari pemusnahan Thanos di Infinity War akan berlaga di pertarungan akhir di Avengers Infinity War.