3 Perusahaan Asing Investasi Ratusan Miliar Rupiah di Jawa Tengah

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja melakukan pelipatan bahan untuk pakian di salah satu pabrik garmen di Kawasan Berikat Nusantara, Cilincing, Jakarta, Selasa, (10/01). TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah pekerja melakukan pelipatan bahan untuk pakian di salah satu pabrik garmen di Kawasan Berikat Nusantara, Cilincing, Jakarta, Selasa, (10/01). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga perusahaan asing akan membangun pabrik bernilai investasi ratusan miliar rupiah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

    Baca juga: BEI Sebut 8 Perusahaan Asing dari 3 Sektor Ini Siap IPO

    "Tiga perusahaan asing itu kami pastikan akan membangun pabrik garmen, pengalengan briket, dan pengalengan ikan di Batang. Tiga perusahaan asing itu berasal dari Malaysia dan Korea Selatan," kata Kepala Dinas Pelayanan Modal Satu Pintu, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (DPMSTP dan Naker) Kabupaten Batang Sri Purwaningsih di Batang, Kamis, 2 Agustus 2018.

    Menurut Sri, pertimbangan perusahaan asing berminat menanamkan usahanya di Batang antara lain ada jaminan ketersediaan pasokan listrik berasal dari PLTU Batang dan lahan yang relatif cukup luas untuk membangun pabrik.

    Saat ini, kata dia, selain Korea Selatan dan Malaysia, sudah ada 6 perusahaan asing dan puluhan perusahaan dalam negeri yang sudah berkonsultasi untuk menanamkan usaha di wilayah Kabupaten Batang.

    Baca juga: Istilah Nikah Kontrak Investor Asing Mebel di Jepara, Apa Itu?

    "Perusahaan asing yang sudah berkonsultasi ke pemkab (Pemerintah Kabupaten) antara lain berasal dari Jepang dan Tiongkok (Cina). Untuk lokasi pabrik kami arahkan di sepanjang jalur pantura Gringsing, Subah, dan Tulis," kata Sri.

    Sri mengatakan saat ini pemkab masih menunggu adanya perubahan tata ruang dan ruang wilayah (RTRW) sehingga banyak perusahaan asing dan lokal yang terpaksa harus menunggu untuk menanamkan usahanya.

    "Kami memang masih dihadapkan pada masalah peraturan RTRW sehingga banyak perusahaan yang harus menunggu adanya perubahan RTRW. Sebenarnya kami sangat terbuka dan transparan bagi perusahaan yang akan mengurus perizinan, tetapi mereka ada yang beranggapan berinvestasi di daerah ini cukup sulit meski itu tidak benar," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.