Jokowi: Industri Otomotif Tembus Global, Hadapi 3 Tantangan Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat acara Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan Peluncuran

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat acara Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan Peluncuran "Making Indonesia 4.0" di JCC, Senayan, Jakarta, 4 April 2018. Adapun kelima sektor tersebut, yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif, Industri Elektronik, Industri Kimia, serta Industri Tekstil. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Tangerang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan industri otomotif Tanah Air harus siap menghadapi tiga tantangan utama saat ini. Tantangan itu dihadapi meskipun selama ini industri tersebut dinilai cukup berhasil berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    Baca: SBY Klaim Lebih Berhasil Turunkan Kemiskinan Dibanding Jokowi

    "Di antara semua sektor perindustrian, saya melihat otomotif termasuk yang paling internasional. Rantai produksi sudah global, skala ekonomi sudah global, branding-nya pun sudah global," kata Jokowi dalam sambutannya ketika membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, di ICE BSD, Tangerang, Kamis, 2 Agustus 2018.

    GIIAS 2018 digelar selama sebelas hari, tepatnya pada 2-12 Agustus 2018 di ICE BSD, Tangerang. Kali ini, 250 brand otomotif dan industri pendukungnya ikut hadir menampilkan inovasi serta produk terbaru masing-masing.

    Baca: Jokowi Minta Indonesia Terapkan B100

    Lebih jauh, Jokowi menyebutkan, kendati pertumbuhan industri otomotif Indonesia melaju cukup bagus, pelaku industri harus mewaspadai tiga tantangan utama di industri ini. Pertama, Indonesia harus mewaspadai meluasnya tren mobil listrik. 

    Pasalnya, menurut Jokowi, Pemerintah Prancis dan Inggris sudah mengumumkan mulai 2040 mobil non listrik akan dilarang dijual di kedua negara ini. Selain itu Pemerintah Cina juga mengumumkan akan jadi yang terdepan untuk mengembangkan mobil listrik.

    Kedua, munculnya teknologi yang memungkinkan adanya disrupsi terhadap praktik-praktik umum yang ada di industri otomotif, antara lain kendaraan otonom dan aplikasi transportasi online. "Dengan kendaraan otonom, kita harus meredefinisi apa itu mobil. Kemudian aplikasi transportasi online, dari tadinya sebuah produk, sudah beralih jadi jasa," kata Jokowi.

    Ketiga, risiko jangka pendek. Presiden Jokowi menjelaskan saat ini mulai terjadi siklus ekonomi di mana di beberapa negara sudah terjadi kejenuhan. "Kita paham industri otomotif ada siklusnya dan sangat peka terhadap ekonomi yang ada. Ada peneliti bilang jumlah penjualan mobil di AS sudah setinggi-tingginya dan beberapa tahun ke depan mulai menurun," ucapnya.

    Untuk itu, Jokowi memperingatkan agar pelaku industri otomotif harus peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dunia. Hal ini dilakukan agar industri dapat terus tumbuh dan berkontribusi terhadap ekonomi nasional.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.