Menperin Yakinkan Industri Otomotif di GIIAS 2018 Pakai Biodiesel

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono mencoba Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono mencoba Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berupaya meyakinkan para pelaku industri otomotif untuk menggunakan bahan bakar dengan campuran minyak sawit sebesar 20 persen, alias biodiesel 20 persen (B20) di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 (GIIAS 2018). Penggunaan Biodiesel 20 persen adalah salah satu langkah strategis pemerintah untuk menghemat devisa.

    Baca juga: Perpres Biodiesel 20 Persen Diharapkan Terbit Agustus 2018

    "Besok ada pembukaan pameran otomotif, di sana bisa dijadikan satu kesempatan untuk meyakinkan para pelaku industri otomotif untuk menggunakan B20," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 1 Agustus 2018.

    Perluasan penggunaan B20 dinilai dapat menghemat devisa karena pemanfaatan bahan baku lokal dan mengurangi impor bahan bakar minyak. Apalagi, sawit merupakan salah satu produk pertanian andalan Indonesia. Melalui penggunaan B20, Airlangga percaya, negara bisa hemat hingga US$ 5,6 miliar dalam satu tahun.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga ikut menjelaskan soal kebijakan biodiesel itu. Ia berujar langkah tersebut ditujukan untuk menekan defisit anggaran gara-gara tergerusnya nilai rupiah atas dolar Amerika. Ujungnya, dengan kebijakan tersebut, nilai tukar rupiah perlahan diharapkan terdongkrak lagi.

    “Sehingga current deficit kita tidak akan negatif seperti tahun lalu, dan itu akan membuat rupiah lebih stabil ke depan,” ucap Luhut.

    Luhut menyebutkan pengurangan penggunaan solar dan penggantiannya dengan biodiesel akan dilakukan bertahap. “Nanti dalam 2-3 tahun ke depan kita akan gunakan itu. Kenapa kita mesti beli impor minyak yang fosil kalau bisa memakai biodiesel yang ramah lingkungan?” tuturnya.

    Kebijakan pemakaian biodiesel tersebut nantinya akan dituangkan dalam peraturan presiden (perpres). “Ya, perpres,” kata Luhut.

    GIIAS 2018 rencananya digelar pada 2-12 Agustus 2018 di di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Lebih dari 250 merek kendaraan dan industri pendukung seperti komponen, peralatan, dan perlengkapan otomotif akan mengikuti pameran tersebut. 

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.