CPNS 2018, Sulawesi Utara Ajukan Kuota 794 Pegawai ke Pusat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan para peserta saat memberikan kuliah umum kepada ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. Foto: Biro Pers Setpres.

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan para peserta saat memberikan kuliah umum kepada ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. Foto: Biro Pers Setpres.

    TEMPO.CO, MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengusulkan kuota 794 calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 kepada pemerintah pusat. Kebutuhan CPNS itu terdiri dari formasi tenaga pendidikan, kesehatan, serta tenaga teknis lainnya.

    Baca jugaTips dari BKN agar Terhindar Penipuan Pendaftaran CPNS

    Kepala Bidang Perencanaan dan Pendayagunaan Aparatur Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Olivia Theodore menerangkan sejauh ini belum ada informasi terbaru yang mereka terima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Kemenpan RB) terkait penerimaan CPNS di Sulut pada tahun ini.

    Kendati demikian, Olivia menuturkan Pemprov Sulut telah mengirimkan formasi jabatan CPNS 2018 ke Kemenpan RB.

    "Kami telah mengusulkan kuota 794 CPNS ke pusat yang terdiri dari formasi tenaga pendidikan, kesehatan, serta tenaga teknis yang diperlukan di Sulut," ujarnya pada Selasa 31 Juli 2018.

    Sementara itu, melalui cuitan di Twitternya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa saat ini, pihaknya belum mengumumkan waktu pendaftaran CPNS 2018 karena masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw kembali menegaskan belum adanya penerimaan CPNS 2018. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan percaya terhadap informasi penerimaan CPNS yang bukan berasal dari pemerintah.

    Simak: MenPAN RB Bakal Verifikasi Data Honorer yang Bisa Ikut CPNS 2018 

    “Semua itu tidak benar. Awas, jangan sampai terbuai dengan bujuk rayu yang menyesatkan, apalagi hingga minta duit segala," ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.