Airlangga Hartarto Mengaku Pernah Kembangkan Motor Listrik

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengaku pernah mengembangkan motor listrik atau penggerak elektrik di era tahun 1990-an.

    Baca juga: Jokowi dan Istri Berboncengan Keliling Asmat Naik Motor Listrik

    Dalam acara Seminar and Exhibition Electric Car di Jakarta, Selasa, 31 Juli 2018, Menperin Airlangga Hartarto bercerita kesuksesannya mengembangkan motor listrik, dan bahkan sampai bisa mengekspor ke sejumlah negara.

    "Saya ini insinyur mesin. Jadi tahun 1990-an saya sudah bikin electric motor dan itu ekspor ke berbagai negara. Terakhir saya tutup karena tidak dilindungi industri dalam negerinya. Jadi waktu itu kecepatan bikinnya," kata Airlangga seraya tertawa.

    Airlangga menuturkan, teknologi motor listrik bukanlah teknologi baru dan bisa dikuasai oleh Tanah Air. Menurutnya, Indonesia juga memiliki dua sumber bahan baku untuk teknologi baterai untuk mobil listrik berupa nikel dan kobalt yang merupakan teknologi masa depan.

    Baca juga: Sepeda Motor Listrik GESITS Segera Diproduksi, Ini Jadwalnya

    Nikel bisa diproduksi di Morowali, sementara kobalt bisa diekstraksi dari timah di Bangka. "Jadi, teknologi berikutnya memang teknologi baterai ini. Kita bahan bakunya punya, tinggal tentu pemerintah beri insentif dalam bentuk tax holiday," katanya.

    Pemerintah terus mendorong percepatan pengembangan mobil dan motor listrik nasional sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung pemanfaatan energi bersih sebagai implementasi hasil persetujuan Conference of Parties (COP) 21 di Paris pada tahun 2015 mengenai perubahan iklim.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.