Jokowi Keluhkan Lambannya Implementasi Peningkatan TKDN dan Biodiesel

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi membagikan buku kepada anak-anak korban gempa bumi di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin, 30 Juli 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi membagikan buku kepada anak-anak korban gempa bumi di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin, 30 Juli 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan sejumlah menteri untuk rapat membahas strategi memperkuat cadangan devisa. Dalam pengantar rapatnya, Jokowi secara khusus menyinggung tentang pemakaian biodiesel dan peningkatan pemakaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

    Baca juga: Jokowi: Mantadori Biodiesel Hemat Devisa USD 21 Juta per Hari

    Jokowi meminta pemakaian biodiesel segera dijalankan. Berdasarkan data yang ia punya, kata dia, Indonesia berpotensi menghemat devisa dari impor dengan jumlah besar. "Yakni US$ 21 juta setiap harinya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 31 Juli 2018.

    Jokowi memerintahkan agar para menteri-menteri fokus pada peningkatan ekspor dan pengendalian impor. Ia meminta seluruh kementerian mengevaluasi kembali kebijakan impornya. "Barang yang tidak bersifat strategis perlu kita stop dulu atau kurangi atau diturunkan," ucapnya.

    Terkait TKDN, Jokowi mengeluhkan lambannya implementasi di lapangan. Padahal hal ini sudah dibahas sejak dua tahun lalu. "Tapi dalam implementasinya, dalam pelaksanaannya, ada yang masih setengah-setengah," ujarnya.

    Selain itu, Jokowi memerintahkan agar mendorong pertumbuhan industri barang substitusi impor, khususnya industri hulu yang menghasilkan bahan baku.

    Di penghujung pengantarnya, Jokowi mengingatkan jika negara saat ini butuh dolar. "Oleh sebab itu saya minta seluruh kementerian dan lembaga betul-betul serius, tidak ada main-main menghadapi ini. Saya enggak mau lagi bolak-balik rapat tapi implementasi enggak berjalan baik," ucapnya.

    Jokowi beralasan jika cadangan devisa negara kuat, maka Indonesia akan kuat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.