Industri Banyuwangi Berhasil Ciptakan Tank Boat Pertama di Dunia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramuniaga menjelaskan produk kapal yatch di pameran Inamarine 2015 di JI Expo, Jakarta, 21 Mei 2015. Pameran yang menampilkan berbagai produk industri perkapalan, mesin dan peralatan perkapalan itu berlangsung hingga 22 Mei mendatang. Tempo/Tony Hartawan

    Pramuniaga menjelaskan produk kapal yatch di pameran Inamarine 2015 di JI Expo, Jakarta, 21 Mei 2015. Pameran yang menampilkan berbagai produk industri perkapalan, mesin dan peralatan perkapalan itu berlangsung hingga 22 Mei mendatang. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Banyuwangi – PT Lundin, sebuah industri perkapalan di Banyuwangi berhasil mengembangkan tank boat (kapal tempur) pertama di dunia. Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamirzad Ryacudu meninjau langsung produksi kapal dan meresmikan prototipe kapal tersebut di Banyuwangi, Sabtu 28 Juli 2018, didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas.

    Baca: Kemenperin: Revolusi Industri 4.0 Perlu Dua Hal Ini

    Tank boat tersebut bernama “Antasena” yang diproduksi produsen kapal berteknologi canggih yang berbasis di Banyuwangi. PT Lundinn bekerja sama dengan PT Pindad Indonesia dan CMI Defense, sebuah industri pertahanan asal Belgia.

    “Kami ke sini melihat kemajuan pengembangan kapal. Hasilnya sangat baik, sangat membanggakan. Bangsa kita mampu membuat kapal bagus, bahkan sudah banyak dipesan negara lain,” kata Menhan dalam siaran rilis, Sabtu 28 Juli 2018

    Tank boat tersebut istimewa karena merupakan kapal tempur yang bisa dioperasikan tidak hanya di laut tapi juga di perairan kecil seperti kawasan pantai, rawa, dan sungai. Kapal dengan spesifikasi tersebut belum pernah diproduksi sebelumnya oleh industri kapal dunia. kata Ryamizard, program pengembangan tank boat tersebut sudah dimulai sejak sejak satu tahun lalu.

    Industri kapal di Banyuwangi dipercaya untuk memproduksi kapal bersama PT Pindad karena dinilai telah berpengalaman memproduksi kapal berteknologi canggih. Bahkan telah banyak memenuhi pesanan militer internasional seperti dari Rusia.

    “Kami targetkan tahun depan kapal sudah bisa dioperasikan. Kapal ini nantinya akan dioperasikan di wilayah yang daerahnya memiliki banyak sungai dan rawa seperti Kalimantan dan Papua,” imbuh Menhan. Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan industri perkapalan Banyuwangi berdasarkan rekomendasi Kementerian Pertahanan. Industri Banyuwangi memproduksi kapalnya, sedangkan Pindad membangun canon-nya.

    “Jadi ini memang produk baru yang belum pernah ada di dunia. Kapal tank ini dilengkapi canon kaliber 105 mm yang pas diajak berakselerasi dan menghancurkan kapal musuh,” ujarnya. Direktur PT Lundin, Liza Lundin mengatakan, tank boat ini dibuat dengan hull ganda atau disebut sebagai catamaran.

    Dimensi bagian bawah kapal dibuat hanya setinggi satu meter, jadi bisa masuk ke perairan kecil seperti sungai dan rawa. “Ini tank tapi bentuknya boat. Sehingga menjadi kapal tempur yang fleksibel. Misalnya, kalau dulu mengejar perompak, kapal patroli kesusahan saat perompaknya dari laut masuk ke sungai karena kapal patrolo terlalu besar. Nah, dengan tank boat ini bisa,” terang Liza.

    Simak: Pertumbuhan Industri 2018 Ditargetkan Tembus 5,67 Persen

    Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertahanan yang telah mempercayakan produksi alutsista negara diproduksi di industri Banyuwangi. “Produksi tank boat ini membuktikan industri kapal dalam negeri punya daya saing tinggi di kompetisi global, sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Jokowi,” ujar Anas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.