Minggu, 19 Agustus 2018

Pemkot Yogya Minta Transportasi Online Tak Ngetem Sembarangan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi Gojek, Wiwin Sulistyowati (35) saat mengantar penumpang di kawasan Bintaro, Jakarta, 18 Desember 2015. Wiwin berharap pemerintah membatalkan peraturan yang melarang ojek online untuk beroperasi. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Pengemudi Gojek, Wiwin Sulistyowati (35) saat mengantar penumpang di kawasan Bintaro, Jakarta, 18 Desember 2015. Wiwin berharap pemerintah membatalkan peraturan yang melarang ojek online untuk beroperasi. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta sudah melayangkan surat kepada sejumlah operator transportasi online agar mengingatkan mitra kerja mereka untuk tidak berhenti menunggu penumpang sembarangan di pinggir jalan.

    Baca juga: Ojek Online Dikritik Suka Mangkal, Grab Klaim Punya 90 Shelter

    "Masih banyak ditemui pengemudi angkutan berbasis daring atau online, baik sepeda motor atau mobil, yang menunggu penumpang di tepi jalan. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat, 27 Juli 2018.

    Menurut Heroe, kondisi tersebut kerap dijumpai di Jalan Pasar Kembang atau di sekitar Stasiun Tugu Yogyakarta. Padahal, lanjut dia, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta bersama kepolisian sudah rutin menggelar operasi penertiban parkir liar di sepanjang Jalan Pasar Kembang karena berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas.

    "Pengemudi transportasi online itu sudah sering diingatkan dan diminta pindah. Tetapi, masih ada saja yang ngetem di sana, baik sepeda motor atau mobil," katanya.

    Baca juga: Ojek Online Bantah Pernyataan Anies Baswedan Soal Penyebab Macet

    Heroe menyarankan operator transportasi online dapat bekerja sama dengan sejumlah pengelola tempat khusus parkir sebagai tempat pemberhentian atau menunggu penumpang.

    "Atau memanfaatkan lahan. Asal jangan di tepi jalan karena bisa mengganggu lalu lintas dan tidak aman, baik bagi penumpang maupun pengemudi itu sendiri. Operator juga harus mulai memperhatikan kesejahteraan mitra kerja mereka," katanya.

    Namun demikian, lanjut Heroe, surat yang dilayangkan Pemerintah Kota Yogyakarta kepada pengelola transportasi online belum memperoleh tanggapan apapun hingga saat ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.