BI: Telur Ayam Picu Inflasi Pekan Keempat Juli Tembus 0,25 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengamati mobil pikap yang membawa telur ayam murah di Toko Tani Indonesia Center, Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018. Operasi pasar ini bertujuan menekan harga telur yang sempat mencapai Rp 30 ribu per kilogram. TEMPO/Amston Probel

    Warga mengamati mobil pikap yang membawa telur ayam murah di Toko Tani Indonesia Center, Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018. Operasi pasar ini bertujuan menekan harga telur yang sempat mencapai Rp 30 ribu per kilogram. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan kenaikan harga telur ayam belakangan ini mempengaruhi inflasi secara signifikan. Dari hitungan bank sentral, inflasi telur ayam mencapai 14 persen month-on-month. Komoditas lain adalah daging ayam ras yang inflasi 6,9 persen dan cabai 19 persen. 

    Baca: Terus Naik, Harga Telur Ayam di Jakarta Capai Rp 30 Ribu per Kg

    Survei Bank Indonesia menunjukkan inflasi pada pekan keempat Juli 2018 adalah 0,25 persen. Secara year-to-date angkanya 2,15 persen dan secara year-on-year 3,16 persen.

    "Angka 3,16 persen masih angka sangat comfortable untuk BI, karena kami mematok di 3,5 persen plus-minus satu ya," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.

    Baca: Stabilkan Harga Telur, Kementan Gelar Operasi Pasar di 43 Titik

    Di sisi lain, sejumlah komoditas yang turun antara lain daging sapi 1,35 persen, bawang putih 4,7 persen, serta cabai merah 6,6 persen. "Kalau beras bisa dibilang flat, memang angkanya -0,03 persen," ujar Mirza.

    Bila dibandingkan dengan pekan pertama Juli 2018, yaitu sebesar 0,13 persen, angka inflasi pekan ini memang ada kenaikan sedikit. Namun angka itu masih lebih rendah bila dibandingkan dengan bulan lalu, yang sebesar 0,59 persen. "Kalau dibandingkan dengan bulan Juni, bulan ini sudah cukup turun, angkanya cukup baik," ujar Mirza.

    Berdasarkan catatan Bank Indonesia sepanjang 2015-2017, inflasi pada satu bulan setelah masa Lebaran rata-rata 0,2 persen. Adapun inflasi tertinggi pada periode itu adalah 0,39 persen dan terendah -0,02 persen.

    Sebelumnya, Kementerian Pertanian resmi memulai operasi pasar dengan menggelontorkan 100 ton telur murah per hari di 43 pasar di berbagai lokasi di Indonesia. "Akan disebar di lokasi yang mengalami kenaikan harga, seperti Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan kota besar lainnya," kata Amran Sulaiman. "Targetnya seminggu ke depan harga sudah mulai normal."

    Adapun kenaikan harga telur ditengarai terjadi sejak Lebaran kemarin. "Sehabis Lebaran harga telur ayam terus naik. Sekarang harganya Rp 30 ribu per kilogram," ujar Rizal, seorang pedagang sembako di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, kepada Tempo pada 10 Juli lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?