Soal Freeport Ditutup, Luhut: Pak Amien Rais Jangan Asal Ngomong

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Depok - Mantan Ketua MPR, Amien Rais, ingin pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua ditutup. Pernyataan Amien ini membuat Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berkomentar.

    BacaAmien Rais Ingin Pertambangan Freeport Ditutup

    Ia meminta Amien Rais tak asal bicara. "Ya kan dia ngomong aja, saya sih Pak Amien jangan asal ngomong aja. Lihat dulu dong apa semudah itu nutup, kan ndak juga," kata Luhut di Wisma Hijau, Depok, Jumat, 27 Juli 2018.

    Penutupan tersebut, menurut Amien Rais, karena Freeport telah melakukan kejahatan, terlebih terkait dengan lingkungan. Amien Rais meminta Freeport ditutup untuk selamanya.

    Luhut menjelaskan, jika ada pelanggaran yang dilakukan, pemerintah akan memperbaikinya. "Ya diperbaiki, kan ndak ada masalah," ucap Luhut.

    Menurut Luhut, pemerintah tidak bisa mengubah peraturan atau perjanjian yang telah dibuat puluhan tahun lalu. "Kalau kita cari-cari salah, nanti kita cari yang lalu lagi salahnya. Kan ndak boleh begitu," katanya.

    Sebelumnya, pada 12 Juli 2018, Freeport McMoran Inc menyepakati pelepasan 51 persen saham anak usahanya, PT Freeport Indonesia, kepada Holding Industri Pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Induk usaha pertambangan pelat merah itu akan menyelesaikan transaksi pembelian dalam dua bulan.

    Baca jugaFreeport Sepakat Konversi Saham Rio Tinto

    Direktur Utama PT Inalum Budi Gunawan Sadikin mengatakan nilai transaksi itu sebesar US$ 3,85 miliar. Inalum akan menggelontorkan US$ 3,5 miliar untuk membeli 40 persen hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.