Cari Pendapatan Lain, MRT Lelang Nama Stasiun pada Agustus 2018

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengamati gerbong kereta saat meninjau pembangunan depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta, Ahad, 1 Juli 2018. Fase pertama itu terdiri atas 13 stasiun yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI. TEMPO/M. Taufan Rengganis.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengamati gerbong kereta saat meninjau pembangunan depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta, Ahad, 1 Juli 2018. Fase pertama itu terdiri atas 13 stasiun yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI. TEMPO/M. Taufan Rengganis.

    TEMPO.CO, Jakarta- PT MRT Jakarta akan melelang nama tiap stasiun kepada perusahaan-perusahaan yang berminat. Direktur Operasional dan Pemeliharaan MRT Agung Wicaksono mengatakan lelang nama tersebut akan dilakukan pada Agustus 2018.

    Baca: Presiden Jokowi Pastikan Proyek MRT Jakarta Selesai Tepat Waktu

    "Kami akan lakukan lelang elektronik. Saat ini, kami sedang mempersiapkan tarifnya," ujarnya di kantor MRT, Kamis, 26 Juli 2018.

    Agung menjelaskan, tiap nama stasiun yang dilelang memiliki harga yang berbeda. Harga tersebut berdasarkan nilai iklan di kawasan stasiun. Untuk perusahaannya, yang diinginkan MRT, kata Agung, ialah perusahaan yang dapat saling memberikan pengaruh positif bagi masing-masing perusahaan.

    Selain lelang nama, MRT mencari gerai untuk mengisi retail di tiap stasiun. Agung menyebutkan syarat gerai yang akan dipilih ialah memiliki keunikan dan berbeda dengan yang ada di pusat perbelanjaan.

    Baca : MRT Jakarta - GoJek Teken MoU Studi Pembayaran Digital

    Ada empat kategori gerai yang akan dilelang, yaitu makanan dan minuman, toko serba ada, fesyen dan aksesori, serta gerai anjungan tunai mandiri (ATM). "Masing-masing sudah ada perusahaan yang lolos tahap awal," ucap Agung.

    MRT juga bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif untuk mengkurasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Agung menjelaskan, UMKM juga akan mendapatkan tempat untuk membuka gerai di tiap stasiun MRT.

    Nantinya, kategori produk UMKM yang akan diunggulkan ialah makanan dan minuman serta produk fesyen yang mencirikan budaya Jakarta. "Nanti di tiap stasiun MRT memiliki ciri yang berbeda-beda," tutur Agung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).