Bank Indonesia Tegaskan Pentingnya Memanfaatkan Big Data

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto menekankan pentingnya pemanfaatan data dalam volume yang sangat besar, beragam, serta sangat cepat (Big Data) bagi otoritas dalam merumuskan kebijakannya.

    Baca juga: Tangkap Pertumbuhan Bisnis Online, BI Siapkan Big Data

    "Penerapan Big Data oleh otoritas memiliki peran penting dalam pengambilan kebijakan yang strategis untuk merespon pesatnya perkembangan ekonomi dan keuangan digital," ujar Erwin dalam Seminar Internasional Big Data bertemakan Building Pathways for Policy Making with Big Data di Bali, Kamis, 26 Juli 2018.

    Erwin menuturkan, revolusi digital yang memicu aktivitas berbasis digital yang makin meluas telah menciptakan ledakan informasi maupun data yang berlimpah. Big Data sesungguhnya menyimpan begitu banyak informasi dan pengetahuan yang belum terungkap.

    Baca juga: Karena Ini, Perbankan Minati Lelang Sertifikat Bank Indonesia

    Namun apabila diolah dengan tepat menggunakan teknik Big Data Analytics, lanjut Erwin, maka dapat menghasilkan informasi yang sangat bermanfaat karena kecepatannya dalam memonitor aktivitas ekonomi.

    Bank Indonesia sendiri telah mulai mengintensifkan pemanfaatan Big Data sebagai salah satu alat dalam memperkuat proses pengambilan keputusan. Inisiatif pemanfaatan Big data di Bank Indonesia dimulai sejak 2015 dan saat ini telah menghasilkan berbagai indikator baru yang mengisi kesenjangan informasi yang ada.

    Baca juga: Tekan Inflasi, Ini Permintaan Gubernur BI ke Tiap Kepala Daerah

    Upaya mengoptimalkan pemanfaatan Big Data oleh otoritas pemangku kebijakan perlu didukung oleh akses terhadap sumber data. Di sisi lain, aksesibilitas data juga sering berbenturan dengan aspek hukum dan kerahasiaan data.

    "Oleh karena itu, Bank Indonesia menekankan pentingnya bank sentral dan kementerian atau lembaga pemerintah untuk secara bersama-sama membangun mekanisme akses data yang dapat menjembatani kepentingan antara pemilik data dan kepentingan otoritas untuk menghasilkan kebijakan yang berkualitas serta produktif di era revolusi digital guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Erwin.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.