Rabu, 15 Agustus 2018

Jokowi Minta Kepala Daerah Tidak Tanya Macam-macam ke Investor

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Airin Rachmi Diany (kelima kiri) dan sejumlah wali kota di sela silaturahmi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Juli 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi berbincang dengan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Airin Rachmi Diany (kelima kiri) dan sejumlah wali kota di sela silaturahmi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Juli 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para kepala daerah tidak mempersulit investor yang ingin mengurus izin. Bagi mereka yang investasinya berorientasi ekspor atau substitusi barang-barang impor, Jokowi meminta dalam pengurusan izinnya tidak ditanya macam-macam.

    BACA: Bank Indonesia Sampaikan Tantangan Menjaga Inflasi kepada Jokowi

    "Sudahlah jangan ada pembicaraan lagi. Tutup mata langsung suruh bangun investasi itu, investor itu, perusahaan itu," kata Jokowi di acara Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2018 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

    Menurut Jokowi, investasi-investasi seperti itu yang saat ini dibutuhkan oleh Indonesia. "Jangan mikir panjang-panjang, jangan ditanya macam-macam sehingga batal, enggak jadi investasi di provinsi di kabupaten kota daerah Bapak Ibu semuanya," tuturnya.

    Ia berharap pemerintah daerah bisa mengeluarkan izin bagi para investor ini dengan cepat. Kalau bisa, kata Jokowi, izin bisa selesai saat itu juga atau minimal di hari yang sama.

    BACA: Promotor Gelar Konser Judas Priest, Hadiah untuk Jokowi

    Jokowi menjelaskan saat ini ada dua masalah besar yang dihadapi Indonesia, yakni defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan. Jika dua masalah utama ini bisa diperbaiki, ia meyakini Indonesia tidak lagi terpengaruh pada gejolak ekonomi global.

    Terkait defisit neraca perdagangan, kata dia, terjadi akibat impor Indonesia lebih banyak ketimbang ekspornya. "Problemnya adalah di investasi di ekspansi ekspansi usaha," ucap Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.