Cegah Kecelakaan Pelayaran, Menhub Kembali Ingatkan Syahbandar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua pengurus harian PP Kagama yang juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai membuka temu Alumni MM FEB UGM, Sabtu, 30 Juni 2018 di Auditorium MM UGM, Yogyakarta.

    Ketua pengurus harian PP Kagama yang juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai membuka temu Alumni MM FEB UGM, Sabtu, 30 Juni 2018 di Auditorium MM UGM, Yogyakarta.

    TEMPO.CO, Pangkal Pinang - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk konsisten menjaga keselamatan pelayaran. Hal tersebut Budi sampaikan saat mengecek kapal penyeberangan bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

    Baca: BMKG Peringatkan Gelombang Laut Tinggi 6 Meter di 2 Daerah Ini

    "Saya minta kepada syahbandar teliti. Yang namanya SPB (surat persetujuan berlayar) dikeluarkan setelah manifest dilihat orangnya, kapalnya laik, dan setelah itu penumpang-penumpang harus diperhatikan untuk menggunakan life jacket," kata Budi Karya di Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu, 25 Juli 2018.

    Budi mengatakan KSOP memang mempunyai tugas untuk memastikan penumpang mendapatkan layanan untuk bisa bepergian menyeberang dengan baik. Pasalnya, hal yang paling penting adalah keselamatan. "Bahkan dalam satu statement tertentu lebih baik tidak pergi daripada melepaskan nyawa, jadi kalau tidak dijamin selamat, jangan lakukan itu," kata Budi.

    Baca: Lulusan Pelayaran Menganggur, Menhub: Kalah dalam Bahasa Inggris

    Budi mengecek pelabuhan sambil menyapa para penumpang. Selain itu, ia juga mengecek SPB yang ada di ruang kemudi kapal dengan teliti.

    Menurut Budi mengecek segala hal soal penyeberangan merupakan hal sederhana, tapi membutuhkan konsistensi. Menurut Budi konsistensi itu yang sering dilanggar. "Syahbandar punya tanggung jawab besar, kalau dia lalai mengakibatkan hilangnya nyawa manusia itu hukumannya cukup berat," kata Budi.

    Lebih lanjut Budi mengingatkan kembali kepada syahbandar, operator, dan nahkoda untuk taat terhadap asas peraturan yang ada untuk mencegah terjadinya kecelakaan dalam pelayaran. "Harus dibaca. Jadi tidak mungkin kalian mengatakan 'tidak tahu peraturan'," kata Budi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.