Asosiasi Dukung Jokowi untuk Percepatan Mandatori Biodiesel

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biodiesel Hemat Anggaran Rp 94 Triliun

    Biodiesel Hemat Anggaran Rp 94 Triliun

    TEMPO.CO, Jakarta -Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang bakal melakukan percepatan mandatori biodiesel dalam rangka menekan impor bahan bakar minyak serta menghemat devisa. "Kami siap mendukung dan memasoknya," kata Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia atau Aprobi, MP Tumanggor di Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018.

    BACA: Gaikindo Ungkap Tantangan Penerapan Biodiesel B30

    Menurut dia, bila kebijakan itu benar-benar diterapkan maka serapan dari CPO atau minyak kelapa sawit mentah yang diproduksi banyak di daerah juga akan terserap.

    Sementara itu, Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, mengingatkan bahwa perkebunan kelapa sawit di berbagai lokasi banyak yang dikelola oleh kalangan masyarakat kecil.

    Sebelumnya, Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan mendukung arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar ke depannya dapat ditingkatkan peningkatan biodiesel dalam rangka mengatasi tekanan ekonomi global.

    "Kami mendukung arahan Presiden dan Menperin untuk lebih menggunakan Biodiesel guna mengurangi impor bahan bakar juga penghematan devisa kita," kata Paulus ketika dihubungi di Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

    Paulus mengutarakan harapannya agar penggunaan biodiesel jenis B20 bisa cepat diperluas di dunia industri yang ada di berbagai daerah di Tanah Air. Ia berpendapat jika hal itu bisa dilaksanakan dengan baik maka akan signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, yang sekitar setengahnya adalah impor.

    Terkait kesiapan teknologi, ujar dia, saat ini semua pemangku kepentingan sedang menyiapkan program B30. "Termasuk kesiapan teknisnya seperti standar Biodiesel yang lebih baik, uji laboratorium, dan uji jalan," paparnya.

    BACA: Jokowi Minta Indonesia Terapkan B100

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta kandungan nabati pada bahan bakar biodiesel ditingkatkan menjadi 30 persen sebagai satu langkah menghadapi tekanan ekonomi global.

    "Bapak Presiden menyampaikan untuk dikaji juga penggunaan biodiesel hingga 30 persen," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas membahas tekanan ekonomi global terhadap kurs rupiah dan ekonomi nasional yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 9 Juli 2018.

    Menperin Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan meningkatkan konsumsi biodiesel sebesar 500.000 ton per tahun. Untuk itu, lanjutnya, Presiden juga meminta untuk segera dibuatkan kajiannya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.