Senin, 22 Oktober 2018

Kementerian Pertanian: Harga Daging Ayam Segera Normal

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata dagangnya di Pasar Rawamangun, Jakarta, 22 Mei 2018. Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan dapat menelusuri adanya potensi kartel ayam yang memicu harga daging ayam meroket. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang menata dagangnya di Pasar Rawamangun, Jakarta, 22 Mei 2018. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan dapat menelusuri adanya potensi kartel ayam yang memicu harga daging ayam meroket. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menjanjikan harga daging ayam ras akan berangsur kembali normal karena produksi daging ayam dinilai mencukupi kebutuhan.

    Baca: Tekan Harga Telur dan Ayam, Pemkot Bandung Gelar Pasar Murah

    Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHP) Kementerian Pertanian Fini Murfiani, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018, mengatakan kenaikan harga daging ayam di atas harga normal mencapai Rp 37-40 ribu per kilogram (kg) bukan disebabkan pasokan yang menurun, melainkan adanya permintaan yang meningkat cukup tajam dalam waktu relatif lama akhir-akhir ini.

    "Hasil pemantauan petugas Kementan di beberapa pasar, walaupun sempat terjadinya kenaikan harga daging ayam, karena pasokannya cukup, terbukti harga daging ayam berangsur-angsur sudah turun ke kondisi normal," ujarnya.

    Fini menjelaskan, rata-rata konsumsi daging ayam ras sekitar 11,5 kg per tahun dengan jumlah penduduk sekitar 265 juta jiwa. Dengan demikian, kebutuhan daging ayam ras selama 2018, dengan sudah memperhitungkan kenaikan permintaan pada hari raya dan tahun baru, sekitar 3,05 juta ton per tahun.

    Adapun jumlah produksi daging ayam ras selama 2018 diperkirakan akan mencapai 3,56 juta ton per tahun sehingga sebenarnya ada surplus produksi sekitar 500 ribu ton.

    Tanpa memperhitungkan stok tahun lalu, selama Januari-Juni tahun ini, realisasi produksi daging ayam ras telah mencapai 1,80 juta ton, sementara kebutuhan yang dipenuhi 1,54 juta ton. "Maka dalam enam bulan ini kita mengalami surplus daging ayam ras sekitar 260 ribu ton," kata Fini.

    Ia mencontohkan, harga daging ayam di Jawa Tengah pada Senin, 23 Juli, berkisar Rp 35 ribu per kg, turun 2,23 persen dari hari sebelumnya Rp 35.800 per kg.

    Harga ayam ras hidup di tingkat produsen juga sudah normal Rp 23 ribu per kg. Di Jawa Timur, harga daging ayam ras juga turun 0,11 persen dari Rp 35.940 per kg menjadi Rp 35.900 per kg. Harga daging ayam di Lampung Rp 34 ribu per kg dan bahkan di Sumatera Barat hanya Rp 29.600 per kg.

    Baca: Tekan Harga Telur, Jawa Barat Minta Kemendag Operasi Pasar

    Sebaliknya, harga daging ayam di DKI Jakarta masih sekitar Rp 36-37 ribu per kg. Namun dengan pasokan yang cukup, harga daging ayam diyakini dalam beberapa hari akan makin stabil.

    Produksi daging ayam juga tidak akan terganggu karena masalah ketersediaan pakan mengingat produksi jagung dalam negeri tahun ini diperkirakan lebih banyak dibanding 2017 lalu. "Produksi jagung tahun ini bisa mencapai 29,5 juta ton, meningkat dari tahun 2017 sebanyak 28,9 juta ton. Sehingga tidak ada kekhawatiran akan kurangnya pasokan jagung dalam negeri sebagai bahan baku utama dalam pembuatan pakan, bahkan berlebih," ucap Fini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.