Kekeringan Melanda Puluhan Desa di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani melihat tanah tanaman padi yang retak di area sawah tadah hujan Desa Alue Lim, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, 11 Februari 2018. Kekeringan terjadi akibat curah hujan berkurang, tidak tersedianya air irigasi dan sumber air lainnya. ANTARA

    Petani melihat tanah tanaman padi yang retak di area sawah tadah hujan Desa Alue Lim, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, 11 Februari 2018. Kekeringan terjadi akibat curah hujan berkurang, tidak tersedianya air irigasi dan sumber air lainnya. ANTARA

    TEMPO.CO, Cianjur - Puluhan desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kekeringan. Kekeringan ini mengakibatkan ribuan keluarga mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari dan pertanian. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Sugeng Supriyatno mengatakan sembilan kecamatan yang sudah melaporkan terjadinya kekeringan berada di utara dan selatan Cianjur.

    Baca: Sebagian Wilayah NTT Alami Kekeringan Ekstrem

    BPBD Cianjur mencatat 11 desa di Kecamatan Cibeber menghadapi persoalan kekeringan karena musim kemarau, 1 desa di Sukaresmi, 16 desa di Karangtengah, 14 desa di Cibinong, dan lima desa di Campakamulya.

    Kekeringan juga dilaporkan Kecamatan Sukaluyu yang menghadapi kekeringan di 10 desa, Cijati 3 desa, Sindangbarang 7 desa, dan Naringgul 10 desa. "Kekeringan meliputi krisis air bersih dan pasokan air untuk lahan pertanian," ujar Sugeng di Cianjur, Selasa, 24 Juli 2018.

    Hampir semua wilayah yang telah melaporkan adanya kekeringan merupakan langganan bencana itu setiap musim kemarau. Meskipun sudah ada laporan terjadinya kekeringan di 77 desa tersebut, Pemkab Cianjur belum menetapkan status siaga darurat kekeringan. "Kami mengirimkan tim ke Bandung untuk mengikuti rapat koordinasi menghadapi musim kemarau dan kekeringan. Penetapan status siaga darurat kekeringan menunggu penetapan dari provinsi," ucap Sugeng.

    Baca: Atasi Kekeringan, Pemprov Jatim Siapkan Rp 100 Miliar

    Saat ini, BPBD setempat sedang menyusun tim untuk diturunkan ke lapangan guna mendata warga yang mengalami krisis air bersih karena kekeringan agar dapat dilakukan penanganan secara akurat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.