AP II: Konsep Terminal Penerbangan Murah Dibuat Seperti di Changi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung bisa menikmati kisah cinta dua orang muda dengan latar belakang Singapura tahun 1930an di terminal 4 Bandara Changi ini.

    Pengunjung bisa menikmati kisah cinta dua orang muda dengan latar belakang Singapura tahun 1930an di terminal 4 Bandara Changi ini.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (AP II) menyatakan konsep terminal khusus penerbangan berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) akan seperti Terminal 4 Bandara Changi di Singapura.

    Baca jugaKemenhub Dukung Realisasi Penerbangan Berbiaya Murah

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, terminal LCC bukan menghilangkan fasilitas sesuai dengan konsep berbiaya murah, tetapi memang dirancang agar biaya di terminal itu menjadi lebih hemat dibandingkan dengan terminal dengan layanan penuh (full service).

    "Apakah Changi kualitas terminalnya jelek? Tidak. Apakah Changi meniadakan banyak hal? Tidak. Jadi, kita akan menyesuaikan itu," kata Awaluddin seusai acara Coffee Morning dan Breakfast Meeting di Tangerang, Banten, Selasa, 24 Juli 2018.

    Terminal 4 Bandara Changi merupakan bandara dengan konsep humanless atau hampir seluruh fasilitasnya tanpa tenaga manusia, mulai dari konter lapor diri (check in), penyimpanan bagasi, hingga konter imigrasi, sehingga biaya yang seharusnya untuk menggaji karyawan bisa dihemat karena seluruhnya sudah bisa dikerjakan oleh mesin.

    Baca jugaMenhub Janji Beri Insentif untuk Maskapai Penerbangan Murah

    Menurut Awaluddin, layanan yang diberikan dari jasa manusia itu memakan biaya sangat tinggi. "Layanannya kalau sekarang di Terminal 1 dan 2 (Bandara) Soekarno-Hatta walaupun kita sudah klaim terminal LCC, tapi masih didominasi layanan manusia. Layanan manusia itu mahal karena operator harus menyediakan tenaga kerja dengan rancangan bandara untuk manusia," katanya.

    Untuk itu, dia akan mengurangi porsi layanan manusia di terminal LCC yang akan dikembangkan nanti untuk memangkas komponen biaya. Dengan demikian, dia berharap maskapai LCC juga akan menyesuaikan konsep tersebut dengan tetap mempertimbangkan keuntungan dari pengoperasian terminal LCC tersebut. "Memang nanti ada komponen biaya yang kita bisa atur, itu yang saya sebut konteks komersial," katanya.

    Baca jugaDorong Devisa, Menhub Bahas Insentif Penerbangan Bertarif Rendah

    Sebelumnya, Awaluddin memaparkan konsep terminal khusus penerbangan berbiaya murah (LCC) di Bandara Soekarno-Hatta. Dia menjelaskan, apabila terjadi penyesuaian pembangunan terminal LCC pada saat revitalisasi, maka konsepnya adalah Terminal 1 khusus penerbangan berbiaya murah domestik.

    Terminal 2 khusus penerbangan berbiaya murah domestik dan internasional dan Terminal 3 khusus penerbangan dengan layanan lengkap (full service) baik domestik maupun internasional. “Bagaimana nanti dengan adanya Terminal 4, maka akan diposisikan jadi full service terminal," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.