Citilink Garap Rute Internasional Kuala Lumpur - Banyuwangi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pramugari maskapai Citilink Indonesia dengan menggunakan seragam baru sebelum mengikuti penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya di Bandara Internsional Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 Mei 2018. Dua seragam baru ini resmi dikenakan pada seluruh penerbangan Citilink. ANTARA/Aprillio Akbar.

    Dua pramugari maskapai Citilink Indonesia dengan menggunakan seragam baru sebelum mengikuti penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya di Bandara Internsional Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 Mei 2018. Dua seragam baru ini resmi dikenakan pada seluruh penerbangan Citilink. ANTARA/Aprillio Akbar.

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Maskapai penerbangan Citilink berencana membuka rute internasional penerbangan langsung tujuan Banyuwangi dari Kuala Lumpur, Malaysia.

    Baca juga: Citilink Perlebar Pilihan Penerbangan dari Bandara Kertajati

    ”Hari ini kami ke Banyuwangi untuk mematangkan rencana rute internasional tersebut. Sekaligus untuk melihat kesiapan Bandara Banyuwangi untuk menjadi bandara (bandar udara) internasional,” kata Direktur Niaga PT Citilink Indonesia Andy Adrian Febriyanto setelah bertemu dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa, 24 Juli 2018.

    Pertemuan tersebut turut dihadiri Executive General Manager Bandara Banyuwangi dari PT Angkasa Pura II, Anton Marthalius. Andy mengatakan Citilink kini terus mencapai alternatif daerah wisata yang potensial untuk ditawarkan.

    Menurut Andy, Banyuwangi tepat untuk dipasarkan karena karakteristik pariwisatanya diminati wisatawan asal Negeri Jiran tersebut. Mulai kultur, destinasi wisata alam, karakter warganya, hingga kulinernya tidak berbeda jauh.

    "Saat ini tren wisatawan Malaysia mencari adventure tourism, seperti mendaki gunung dan menyusuri taman nasional, dan itu dipunyai Banyuwangi dengan Kawah Ijen, Taman Nasional Meru Betiri, maupun Taman Nasional Alas Purwo," ujar Andy melalui rilis yang diterima Tempo, Selasa.

    Kedekatan dengan Bali juga menjadi poin tersendiri. Sebab, turis yang telah berwisata ke Banyuwangi bisa melancong ke Bali.

    Saat ini, dia melanjutkan, proses itu terus dilakukan, salah satunya dengan berkirim surat ke PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Banyuwangi perihal kesiapan menjadi bandara internasional. Rute internasional tersebut diharapkan bisa terealisasi para kuartal IV 2018 seiring dengan penyelesaian peningkatan kualitas infrastruktur Bandara Banyuwangi.

    Saat ini, AP II sedang mengebut penebalan landasan dan perluasan apron, yang juga untuk menyambut pertemuan dunia oleh IMF-Bank Dunia pada Oktober mendatang. Dalam acara itu, delegasi sejumlah negara akan mendarat di Bandara Banyuwangi.

    "Rencananya kami pakai Airbus A-320," ucap Andy. Citilink kini telah melayani rute langsung Jakarta-Banyuwangi selama dua kali dalam sehari. "Perkembangan rute Jakarta-Banyuwangi sangat bagus, load factor-nya 80 persen. Maka kami sangat optimistis dengan rute internasional ini," tuturnya.

    Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan adanya rute internasional dunia, pariwisata dan ekonomi Banyuwangi akan makin berkembang. "Terus terang, saya tidak menyangka perkembangan bandara begitu cepat. Setelah rute Jakarta-Banyuwangi dan Surabaya-Banyuwangi, sekarang disiapkan rute internasional. Ini adalah hasil kerja keras dan kreativitas rakyat Banyuwangi," ujarnya.

    Executive General Manager Bandara Banyuwangi Anton Marthalius mengatakan perkembangan Bandara Banyuwangi memang terus positif. Pada 2011, jumlah penumpang baru tercatat 7.826 orang per tahun, lalu melonjak lebih dari 2.300 persen menjadi 188.949 orang pada 2017.

    "Tahun ini, perkembangan juga positif. Rata-rata kami melayani 1.000 penumpang per hari. Tidak hanya saat akhir pekan, di hari kerja pun load factor atau tingkat keterisian penumpang juga tinggi," kata Anton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?