Tolak Jual Aset, Serikat Pekerja Pertamina Akan Gelar Aksi Lagi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan karyawan Pertamina menggelar aksi demo di depan Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 20 Juni 2018. Serikat Pekerja Pertamina menyatakan kekecewaannya atas rencana Pertamina jual aset, yang dinilai bakal merugikan perseroan sendiri. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Ratusan karyawan Pertamina menggelar aksi demo di depan Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 20 Juni 2018. Serikat Pekerja Pertamina menyatakan kekecewaannya atas rencana Pertamina jual aset, yang dinilai bakal merugikan perseroan sendiri. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu berencana kembali  melakukan "Aksi Gelar Pertamina" untuk kedua kalinya. Aksi lanjutan ini akan dilakukan jika respon dari pemerintah atas masalah yang mendera perusahaan negara tersebut tidak sesuai dengan yang disuarakan serikat pekerja dalam aksi pertama pada 20 Juli 2018.


    Baca juga
    : Kenaikan BBM, Wamen ESDM: Tak Berdampak pada Konsumsi Masyarakat

    "Kami tetap berkomitmen sampai kapan pun akan membela Pertamina," kata Presiden Serikat Pekerja Pertamina, Arie Gumilar, saat dihubungi Tempo di Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018.

    Saat ini, kata Arie, ratusan anggota serikat pekerja masih menunggu respon terbaru dari pemerintah. Di samping itu, mereka juga mengevaluasi aksi demo pertama yang mereka lakukan beberapa hari lalu di Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

    Dalam aksi yang pertama, serikat pekerja menyuarakan sejumlah tuntutan. Salah satunya menolak penjualan aset PT Pertamina. "Penjualan aset berupa share down aset hulu dan spin off bisnis refinery tidak akan menyelesaikan akar masalah keuangan  Pertamina," kata Kepala Bidang Hubungan Kelembagaan, Media, dan Komunikasi Serikat Pekerja, Hendra Tria Saputra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.

    Namun, Plt Direktur Utama Pertamian Nicke Widyawati ternyata membantah kabar perusahaan pelat merah itu akan melepas aset untuk memperbaiki neraca keuangan. Menurut dia, isu itu merupakan salah paham.Nicke menegaskan, tak ada aset Pertamina yang akan dilepas dalam rencana aksi korporasi. "Itu bukan pelepasan aset, namanya itu adalah pemberian participating interest (PI)," kata dia di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018. Nicke menuturkan, aksi korporasi ini lazim dilakukan di bisnis hulu migas.

    Arie menambahkan bahwa aksi kedua digelar karena belum adanya respon dari pemerintah sampai saat ini. Saat aksi pertama, Menteri BUMN Rini Soemarno yang menemui serikat pekerja juga belum mengajak berdiskusi soal ini. Saat bertemu Menteri ESDM Arcandra Tahar pun, serikat pekerja baru bisa menyerahkan surat berisi tuntutan saja. "Jadi masih satu arah," ujarnya.

    BACA: Rini Soemarno Temui Perwakilan Serikat Pekerja Pertamina

    Selain itu, Serikat Pekerja Pertamina menilai aksi harus akan dilakukan kembali demi menyadarkan masyarakat soal apa yang terjadi di tubuh perusahaan plat merah ini. Dalam aksi pertama, mereka bersyukur semakin banyak masyarakat yang teredukasi atas persoalan yang ada. "Kami mendapat dukungan dari banyak pihak," kata Arie.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.