Senin, 22 Oktober 2018

Investor Global Rebalancing Portofolio, Pasar Keuangan Tertekan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso usai acara Silaturahmi Idul Fitri Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan di komplek gedung BI, Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso usai acara Silaturahmi Idul Fitri Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan di komplek gedung BI, Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menilai tekanan yang terjadi terhadap pasar keuangan Indonesia merupakan fenomena sementara dalam menyikapi perkembangan global, termasuk dari investor.

    Baca juga: Google Benarkan Investasi 16 T ke Go-Jek, dan Ini Alasannya

    "Tekanan di pasar keuangan yang terjadi akhir-akhir ini hanya merupakan fenomena temporer sebagai akibat dari 'rebalancing' portofolio dari global investor," kata Wimboh dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa 24 Rabu 2018.

    Wimboh mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam Investor Update 2018 Forum di London, Inggris, Senin 23 Juli 2018, waktu setempat.

    Dalam forum yang dihadiri oleh sejumlah investor dan industri keuangan yang berbasis di Britania Raya itu, Wimboh menyampaikan Indonesia bisa mengantisipasi gejolak tersebut karena memiliki fundamental ekonomi yang kuat.

    Menurut dia, OJK bersama dengan Bank Indonesia dan Pemerintah telah berkoordinasi untuk mengambil berbagai kebijakan dalam koridor kewenangan masing-masing untuk meredam tekanan eksternal ini. Dalam kesempatan tersebut, Wimboh juga menyampaikan agenda prioritas OJK dalam mendukung program strategis terkait pembangunan infrastruktur di berbagai daerah dengan berbagai inisiatif pengembangan di pasar modal.

    Ia menjelaskan, untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur ini, pengembangan pasar modal menjadi penting sebagai penyedia alternatif pembiayaan jangka panjang. "Pembangunan infrastruktur menjadi agenda prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, meningkatkan konektivitas, dan memicu kegiatan ekonomi di daerah sekitarnya," katanya.

    Selain itu, tambah dia, pemerintah juga terus menerapkan reformasi struktural dengan mengalihkan alokasi subsidi bahan bakar untuk pembangunan infrastruktur dan program jaminan sosial.

    Beberapa alternatif pembiayaan juga didorong OJK seperti pengembangan variabilitas instrumen pembiayaan pasar modal seperti sekuritisasi, obligasi perpetual, obligasi hijau, obligasi daerah dan "blended finance".

    Kemudian, penyederhanaan proses penerbitan di pasar modal serta pengembangan instrumen dan pasar hedging dan juga berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait insentif pajak bagi produk pasar modal.

    Simak: SBN Didominasi Investor Berjangka Panjang

    Selain itu, melakukan penguatan basis investor domestik serta pembenahan peran Lembaga Keuangan Non Bank dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur termasuk di dalamnya melalui pasar modal.

    Wimboh ikut mengundang investor di Britania Raya untuk hadir di Indonesia, karena Indonesia memiliki pilihan instrumen untuk berinvestasi. Selain itu didukung fundamental solid, keuntungan lebih baik dan risiko terkendali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.