Penjualan Mobil Setelah Lebaran Anjlok Hingga 41 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ignis merupakan city car non LCGC yang dirilis pada semester awal tahun ini. Mengusung eksterior hatchback bergaya SUV, mobil ini terbilang laris di pasaran, pada periode delapan bulan awal, penjualan Ignis sempat mengalahkan penjualan Honda Brio di kelas city car. TEMPO/Amston Probel

    Ignis merupakan city car non LCGC yang dirilis pada semester awal tahun ini. Mengusung eksterior hatchback bergaya SUV, mobil ini terbilang laris di pasaran, pada periode delapan bulan awal, penjualan Ignis sempat mengalahkan penjualan Honda Brio di kelas city car. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil sepanjang Juni 2018 menurun tajam hingga 41,5 persen dibandingkan Mei 2018. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan PT Astra International (ASII) menyebutkan penjualan mobil Juni hanya 58.837 unit, anjlok tajam dari pencapaian di bulan Mei yang mencapai 100.520 unit.

    Baca: Penjualan Mobil Cina Melonjak, Wuling Terbanyak

    Capaian tersebut juga lebih rendah dari capaian bulan-bulan sebelumnya, dari Januari hingga Mei 2018. Dari data Gaikindo, penjualan mobil sepanjang Januari mencapai 95.952 unit, Februari 94.399 unit, Maret 101.813 unit dan April 102.258 unit. Penjualan mobil pada Mei 2018 masih tinggi yaitu 100.520 unit dan anjlok pada Juni yaitu 58.837 unit. Total penjualan mobil dari Januari hingga Juni adalah 553.779 unit.

    Begitu pula penjualan mobil Astra International yang membawahi merek otomotif Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot. Pada Juni 2018, penjualan mobil turun 44,9 persen dari 48,720 unit di Mei, menjadi hanya 26.855 unit di Juni.

    Dari realisasi penjualan tersebut, Toyota tercatat masih menjadi tulang punggung penjualan sebanyak 18.767 unit, disusul oleh Daihatsu 6.720 unit, Isuzu 1.363 unit. Dengan capaian tersebut, ASII sudah mengoleksi penjualan mobil sebanyak 268.483 unit selama periode Januari-Juni 2018.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.