Tekan Harga Telur dan Ayam, Pemkot Bandung Gelar Pasar Murah

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Memasuki awal ramadan harga daging ayam potong di pasar tradisonal di Kota Serang merangkak naik

    Memasuki awal ramadan harga daging ayam potong di pasar tradisonal di Kota Serang merangkak naik

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, menggelar bazar operasi pasar murah (OPM) di halaman kantor Kecamatan Ujungberung sebagai upaya menekan harga telur dan daging ayam yang masih tinggi.

    Baca juga: Menteri Pertanian: Enggak Sulit Turunkan Harga Ayam

    Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Eli Wasliah mengatakan pada OPM tersebut warga dapat membeli telur dengan harga Rp 23.800 per kilogram (kg). "Harga ini jauh lebih murah dibandingkan di pasar tradisional yang dijual Rp 28 ribu-30 ribu per kilogram," ujarnya di Bandung, Selasa, 24 Juli 2018.

    Daging ayam dijual dengan harga Rp 33 ribu per ekor dengan berat berkisar antara 0,8-0,9 kg per ekor. Harga ini juga lebih murah karena harga daging ayam di pasaran berkisar antara Rp 41 ribu-42 ribu per kg.

    Baca juga: Menteri Pertanian: Harga Ayam Naik Bukan Karena Produksi Kurang

    Elly mengatakan bazar ini merupakan hasil kerja sama antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bandung dengan Bulog Subdivre Bandung, Bank BJB, dan Bank Indonesia. "Komoditas yang kita jual pada saat bazar murah ini memang kita prioritaskan untuk dua komoditas, yaitu telur dan daging ayam," kata dia.

    Khusus bazar OPM ini, pemerintah membatasi jumlah pembelian komoditas. Warga hanya boleh membeli telur maksimal 2 kg dan daging ayam maksimal 2 ekor per orang. Selain telur dan daging ayam, Bulog Subdivre Bandung juga menyediakan komoditas lain, seperti beras, minyak goreng, terigu dan gula.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.