Menteri Pertanian: Harga Ayam Naik Bukan Karena Produksi Kurang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melepas 100 mobil pick up telur murah untuk operasi pasar di Jabodetabek.

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melepas 100 mobil pick up telur murah untuk operasi pasar di Jabodetabek.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan melambungnya harga daging ayam di beberapa daerah bukan disebabkan kurangnya produksi. Sebab, menurut dia, sampai sekarang pun Indonesia bisa mengekspor daging ayam.

    Baca juga: Menteri Pertanian Targetkan Harga Telur Normal 1 Pekan Lagi

    "Bukan. Gimana produksi kurang, kita sudah ekspor," ujar Amran di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018.

    Sebelumnya, sejumlah pedagang ayam potong di Pasar Argosari, Wonosari, Provinsi DI Yogyakarta memilih libur berdagang lantaran harga melambung akibat keterbatasan stok. Jika normalnya ayam dijual di harga Rp 38 ribu-40 ribu per kilogram, tapi saat ini melonjak ke level Rp 50 ribu-55 ribu per kilogram. 

    Amran menyebut rantai pasok sebagai penyebab melonjaknya harga ayam itu. Kenaikan harga ayam, ujar dia, tidak berbeda jauh dengan kenaikan harga telur beberapa waktu lalu.

    "Harga telur itu Rp 18 ribu kan, tapi di ujung malah dijual Rp 30 ribu," kata Amran lagi. Artinya, ada kenaikan sekitar 60 persen dari harga produksi. "Harusnya kan 20 persen saja."

    Oleh karena itu, Amran mengatakan solusi yang harus dilakukan adalah memperbaiki rantai pasok. Solusi itu perlu diterapkan untuk semua komoditas, bukan hanya untuk daging dan telur ayam.

    Ia meminta semua pihak agar tidak memainkan harga pangan. "Makanya kami membuat satgas pangan itu karena kami tahu permainan di pangan luar biasa," ujar Menteri Pertanian tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.