Beras Saset 200 Gram Diminati Para Pendaki Gunung

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan Umum (Perum) BULOG menjual beras dalam kemasan sachet atau renceng.

    Perusahaan Umum (Perum) BULOG menjual beras dalam kemasan sachet atau renceng.

    TEMPO.CO, BANDUNG - Penjualan beras saset 200 gram menyasar para pendaki gunung. Kepala Sub Divisi Regional Bulog Kota Bandung, Joko Suryono mengatakan, salah satu lokasi uji coba pasar penjualan beras saset 200 gram produk Bulog di warung-warung jalur pendakian gunung. “Di tempat yang menjadi jalur pendakian gunung itu ternyata banyak teman-teman kelompok pencinta alam yang suka,” kata dia di Bandung, Senin, 23 Juli 2018.

    Baca juga: Produksi Beras Saset, Bulog Ciamis: Beras Zaman Now

    Joko mengatakan, kelompok pendaki gunung biasanya membeli beras untuk bekal bepergian dalam jumlah banyak. Pendaki menyukai beras yang dijual dalam ukuran kecil karena memudahkan packing.

    Joko mengaku, beras saset tersebut dijual di warung-warung di seputaran tempat berkemah di seputaran Gunung Tangkuban Perahu. Melihat larisnya beras saset di kalangan pendaki, Bulog berencana mencoba menjual di areal serupa yang bertebaran di seputaran Bandung. 

    Beras saset 200 gram yang dijual Rp 2.500 tersebut merupakan produk baru Bulog. “Itu isinya beras premium kalau dijual itu sekitar Rp 12.500 per kilogram. Kita sedang mencoba memasarkan di beberapa tempat, apresiasinya bagus, nasinya enak” kata dia.

    Joko mengatakan, Bulog Bandung saat ini masih belum berani jor-joran menjual beras saset tersebut. “Kita masih mencoba di beberapa pasar yang menjadi titik survey BPS (Badan Pusat Statistik). Kita coba dari situ. Kita belum bisa banyak karena produknya juga masih uji coba,” kata dia.

    Simak pula: Kemarau, Bulog Bojonegoro Kirim 6.000 Ton Beras ke Tiga Provinsi

    Kepala Dinas Perdagangan Dan Industri Kota Bandung Eric M Atthauriq mengatakan, masih memantau perkembangan pemasaran beras saset 200 gram produksi Bulog. "Kita sama-sama melihat respon dari masyarakat, mungkin belum tersosialisasikan secara utuh ada alternatif kemasan yang lebih sederhana,” kata dia pada Tempo, Senin, 23 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.