Pilot Lion Air Dimakamkan di Baqi' Madinah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan pesawat Airbus A330-900 NEO yang akan dibeli Lion Air Group. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Penampakan pesawat Airbus A330-900 NEO yang akan dibeli Lion Air Group. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta -Jenazah pilot Lion Air, Bambang Sugiri, yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Madinah, Arab Saudi, akhirnya dimakamkan di Kompleks Pemakaman Baqi' di samping Masjid Nabawi pada Minggu, 22 Juli 2018 waktu setempat.

    BACA: Pilot Lion Air Tewas Kecelakaan di Madinah

    Keterangan Pers Konsulat Jenderal RI atau KJRI Jeddah yang dikirimkan ke Antara Jakarta, Senin dini hari, 23 Juli 2018, menyebut prosesi pemakaman jenazah telah dilakukan oleh Tim Petugas Perbantuan Haji KJRI Jeddah, kru maskapai Lion yang berjumlah sekitar 20 orang, perwakilan Maskapai Flynas dan masyarakat umum.

    Sesuai aturan pemerintah setempat, jenazah warga negara asing bisa dimakamkan setelah memperoleh surat pernyataan persetujuan dari pihak keluarga yang intinya mengikhlaskan jenazah untuk dikebumikan di Arab Saudi.

    Berbekal surat pernyataan persetujuan dari keluarga, KJRI kemudian menerbitkan surat pengantar izin pemakaman dan diserahkan kepada kantor polisi lalu lintas Madinah. Kepolisian kemudian menerbitkan surat pengantar penyerahan jenazah dari rumah sakit ke KJRI.

    Surat itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Miqot, Madinah, untuk serah-terima jenazah, mengingat jenazah telah dipindahkan dari Rumah Sakit Uhud ke RSU Miqot.

    Jenazah dibawa ambulans menuju tajhizul mauta atau tempat pemandian dan pengkafanan jenazah yang terletak di samping Masjid Nabawi.

    Usai shalat Ashar, pada Minggu waktu setempat, jenazah dishalatkan di Masjid Nabawi dan dimakamkan di Baqi' yang merupakan areal pemakaman para Sahabat Nabi.

    BACA: Emirates Operasikan 33 Penerbangan Tambahan Selama Haji 2018

    Seperti diberitakan sebelumnya, pilot Lion Air bernama Bambang Sugiri mengalami kecelakaan lalu lintas pada Sabtu siang, 21 Juli 2018 di Jalan Raya Prince Naif Bin Abdulaziz, Madinah.

    Rekan korban, Widjanarko Tri Istiadi, yang saat itu menemaninya berbelanja, menuturkan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat di saat korban dan rekan-rekan lainnya menyeberang jalan usai berbelanja di sebuah swalayan yang terletak di seberang penginapan mereka.

    Namun nahas, sebuah mobil yang sedang melaju kencang dari arah kiri menabrak pria kelahiran Yogyakarta, tahun 1954 itu. Beberapa menit kemudian mobil ambulans dan tim medis tiba di lokasi, mengingat lokasi kejadian berdekatan dengan sebuah rumah sakit, namun, nyawa korban tidak tertolong dan meninggal beberapa saat sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit.

    Berkaca dari kejadian ini, Konsul Jenderal atau Konjen RI, Mohamad Hery Saripudin, mengingatkan seluruh warga Indonesia, khususnya jamaah haji yang tengah berada di Tanah Suci, agar berhati-hati saat hendak menyeberang jalan.

    Untuk diketahui, arus lalu lintas di Arab Saudi datang dari arah kiri. Oleh karena itu, penyeberang jalan harus menengok ke arah kiri saat hendak menyeberang, sementara di Indonesia, arus lalu lintas datang dari arah kanan.

    Hampir pada setiap musim haji, sambung Konjen, ada saja jamaah Indonesia yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, akibat kurang memperhatikan arah laju kendaraan di jalan raya Arab Saudi.

    Baca berita tentang Lion Air lainnya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.