Menhub Sebut 2 Hal Penting Cegah Kecelakaan Kapal Akibat Cuaca

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading, Ahad, 15 Juli 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading, Ahad, 15 Juli 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengatakan salah satu penyebab kecelakaan di laut disebabkan cuaca yang buruk. Untuk mencegahnya, kelayakan kapal dan pengelolaan pelabuhan merupakan hal utama yang harus diperhatikan.

    Baca juga: Ojek Online Berencana Demo, Menhub: Ojol I Love You

    "Banyak pelabuhan yang membuat kontrol tidak maksimal. Oleh karenanya Kemenhub memberikan standar dan syarat ketentuan yang berlaku di syahbandar," ujar Budi Karya, di Menteng, Ahad, 22 Juli 2018.

    Keamanan dalam pelayaran, kata Budi Karya, belum dianggap masyarakat sebagai hal penting. Padahal, resikonya lebih besar jika terjadi kecelakaan di laut.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, menjelaskan sejak 17 Juli 2018, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. "Potensi gelombang tinggi pada tanggal 22 ini sampai 26 bahkan sampai 28 Juli. Ini masih akan terjadi gelombang tinggi, puncaknya tanggal 24-25 Juli bisa sampai 6 meter," kata dia.

    Dia menganjurkan para nelayan untuk menunda kegiatan penangkapan ikan, sampai gelombang tinggi mereda. "Serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran," ucap Dwikorita.

    Data BMKG menyebutkan kemungkinan gelombang tinggi akan terjadi di berbagai wilayah perairan Indonesia, pada 23 hingga 28 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.