Susi Pudjiastuti ke Pulau Pari, Warga Janji Tak Pakai Sedotan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, di Kapal Rainbow Warrior, di Sorong, Papua Barat, Sabtu 17 Maret 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

    Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, di Kapal Rainbow Warrior, di Sorong, Papua Barat, Sabtu 17 Maret 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menanam pohon mangrove di Pulau Pari, Jakarta, Ahad, 22 Juli 2018. Penanaman pohon tersebut dilakukan bersama warga Pulau Pari untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli 2018.

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Terkejut Warga Pulau Pari Tanam Mangrove

    Dalam kunjungannya tersebut, Susi juga melihat-lihat kondisi lingkungan di Pulau Pari dan berdialog dengan warga. Susi menjelaskan, warga Pulau Pari berjanji untuk tidak menggunakan plastik di warungnya. "Hari ini mereka janji tidak ada sedotan di warung-warung, tidak akan ada kantong kresek," kata dia di Pulau Pari, Jakarta Utara.

    Susi berharap apa yang dijanjikan warga tersebut akan benar-benar dilakukan. Sebab, jika hal itu benar dilaksanakan, maka lingkungan Pulau Pari akan menjadi lebih bersih dan terawat. "Kalau benar ya bagus berarti akan lebih terawat nanti," ujarnya.

    Susi terus mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik di masyarakat. Bahkan ia meminta seluruh orang di kementeriannya untuk tidak lagi menggunakan plastik di kantornya.

    "Jangan lagi pakai gelas-gelas yang kayak gitu (yang sekali pakai). Kan bisa bawa botol yang dipakai berkali-kali," kata Susi beberapa waktu lalu saat konferensi pers kecelakaan kapal di Benoa.

    Sebelum meninggalkan Pulau Pari, Susi Pudjiastuti berpesan kepada warga untuk tidak menggunakan plastik. "Jaga hutan bakau plastik tidak boleh ada."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.