Cerita Perry Warjiyo Dididik Kakak dan Ibunya yang Tidak Lulus SD

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) usai pengucapan sumpah jabatan pelantikan di Mahkamah Agung, Jakarta, 24 Mei 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) usai pengucapan sumpah jabatan pelantikan di Mahkamah Agung, Jakarta, 24 Mei 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bercerita soal dirinya yang dahulu dididik oleh perempuan-perempuan hebat. Wanita tersebut adalah tiga kakak perempuannya dan ibunya.

    BACA: Bank Indonesia Mendorong Perempuan Aktif Secara Ekonomi

    "Saya adalah orang desa dari desa di sekitar daerah Jawa Tengah, daerah Solo. Saya adalah anak ke enam dari sembilan bersaudara. Tiga kakak saya perempuan, ibu saya tidak lulus sekolah dasar dan kakak-kakak saya paling banter Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hanya 1 yang SMK," kata Perry Warjiyo di Jakarta Convention Center, Sabtu, 21 Juli 2018.

    Hal tersebut Perry sampaikan dalam acara seminar International Women's Economic Empowerment: A Framework for an Inclusive and Suistainable Growth di JCC Senayan.

    Perry mengatakan sangat penting dalam kehidupan pribadinya, maupun di Bank Indonesia untuk terus memikirkan dan menempuh langkah-langkah konkret meningkatkan peran wanita di setiap aspek kehidupan, termasuk dalam kegiatan ekonomi.

    Perry menilai langkah-langkah untuk pemberdayaan ekonomi perempuan sangat diperlukan. "Saya berterima kasih sekali kepala almarhumah ibu saya yang hanya lulusan Sekolah Dasar bisa menghasilkan, salah satu anaknya tidak hanya lulus S1, S2, S3, dan sekarang alhamdulillah menjadi Gubernur Bank Indonesia," kata Perry.

    BACA: Gubernur BI Perry Warjiyo: Kebijakan Moneter Akan Tetap Hawkish

    Perry juga menyampaikan terima kasih sekali kepada kakak perempuannya yang memang mendidik bagaimana cara mencuci pakaian, merapikan tempat tidur, bahkan pekerjaan-pekerjaan lainnya. Di mana menurut Perry hal tersebut menjadi bagian pembentukan tanggung jawab dan kepemimpinan Perry dalam kehidupan sehari-hari.

    "Tiga kakak perempuan saya itu yang mendidik saya. Itu adalah pada kondisi-kondisi yang saat itu tradisional," ujar Perry.

    Lebih lanjut Perry mengatakan masalah pola pikir masyarakat khususnya di desa masih kurang melihat pendidikan kepada wanita sangat penting. Menurut Perry kalau pendidikan wanita tinggi, kesempatan kerja akan semakin terbuka bagi perempuan.

    "Apalagi jika perempuan-perempuan itu berkarya, anak-anaknya akan lebih berkualitas. Sebagai muslim ibu tiga kali lebih tinggi dari bapak," ujar Perry Warjiyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.