Jokowi Minta Indonesia Terapkan B100

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menggelar acara bermain, berdendang, dan berimajinasi bersama anak di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, 20 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    Presiden Joko Widodo menggelar acara bermain, berdendang, dan berimajinasi bersama anak di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, 20 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginginkan Indonesia bisa meningkatkan bauran minyak sawit dalam solar atau Biodiesel hingga 100 persen. Dia menugaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk memimpin implementasi B100 tersebut.

    BACA: Ma'ruf Amin Nyatakan Siap Jadi Cawapres Jokowi

    "Dalam jangka menengah, Presiden menginstruksikan agar B100 bisa diterapkan," kata Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.

    Darmin Nasution menyatakan sanggup melaksanakan instruksi tersebut. Namun dia menuturkan, implementasinya tak akan serta merta. "Kemungkinan butuh bertahun-tahun," ujarnya. Dia menuturkan pemerintah akan melakukannya secara bertahap.

    Bauran minyak kelapa sawit dalam solar di Indonesia saat ini masih di kisaran 20 persen. Targetnya pemerintah bisa mencapai bauran hingga 30 persen pada 2025.

    Kebijakan bauran 20 persen pun berlaku untuk bahan bakar yang disubsidi pemerintah. Baru hari ini pemerintah sepakat akan mewajibkan penggunaan biodiesel untuk bahan bakar non subsidi yang dijual swasta (non public service obligation/non PSO).

    BACA:Energi Fosil Dominan, Jokowi Pimpin Rapat Mandatori Biodiesel 

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan sanggup mengimplementasikan penggunaan B100 persen. Menurut dia, teknologi yang tersedia saat ini sudah memungkinkan. "Teknologi biofuel 100 persen itu melalui hidrogenasi. Itu teknologi yang sama dengan fuel oil. Jadi tidak mengganggu kondisi teknis dari kendaraan bermotor atau pembangkit," ujarnya.

    Dengan begitu, pemerintah bisa menciptakan permintaan sendiri untuk CPO dalam negeri yang sangat besar. Airlangga mengatakan, penerapan B100 akan berdampak kepada 17 juta pekebun.

    Damrin menuturkan, implementasi B100 akan mengurangi ketergantungan Indonesia kepada pasar Eropa. "Ini akan mengurangi ketergantungan kita kepada pasar Eropa yang suka neken-neken kita itu," ujarnya. Darmin menuturkan, pemerintah semakin tak takut dengan Eropa melihat potensi pemanfaatan CPO ke depan.

    Baca berita tentang Jokowi lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.