Kodam: Tidak Ada Monopoli Perusahaan Taksi di Bandara Ahmad Yani

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang mengantre untuk check in di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 Juni 2018. Menurut hasil rekapitulasi Posko Lebaran Ahmad Yani, jumlah penumpang yang datang dan pergi dari H-8 sampai H-5 Lebaran mencapai 64.591 penumpang atau meningkat 17.120 penumpang dibanding waktu yang sama pada arus mudik 2017. ANTARA

    Calon penumpang mengantre untuk check in di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 Juni 2018. Menurut hasil rekapitulasi Posko Lebaran Ahmad Yani, jumlah penumpang yang datang dan pergi dari H-8 sampai H-5 Lebaran mencapai 64.591 penumpang atau meningkat 17.120 penumpang dibanding waktu yang sama pada arus mudik 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro menegaskan tidak ada monopoli perusahaan taksi di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, sebab ada empat mitra Koperasi S16 Pangkalan Udara Utama Militer TNI AD (Lanumad) di area bandara tersebut.

    Baca juga: Usai Penumpang Pesawat Dibentak, Bandara Ini Sediakan Taksi Argo

    "Keempat operator itu adalah Taksi Atlas, Kosti, Astria dan Puri Kencana," kata Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Letkol Zaenuddin di Semarang, Jumat, 20 Juli 2018, menanggapi surat terbuka warganet di media sosial tentang taksi bandara.

    Menurut Zaenuddin, pengelolaan Bandara Ahmad Yani mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 56 tahun 2015. "Permenhub 56 menyatakan pengelolaan jasa pelayanan di Bandara Semarang harus melalui perjanjian kerja sama yang menguntungkan antara pengelola dengan perusahaan jasa terkait," katanya.

    Permenhub tersebut, kata Zaenuddin, menggarisbawahi jika seseorang dalam memilih sarana transportasi di komplek bandara Semarang itu tidak sebebas di ruang publik lainnya. Ia menegaskan, hanya ada empat operator taksi yang menjadi mitra Koperasi S16 Lanumad Ahmad Yani yang dibolehkan melayani transportasi di lingkungan bandara tersebut.

    Baca juga: Penumpang Pesawat Diduga Dibentak oleh Eks TNI, Ini Respons AP I

    Dengan tidak adanya monopoli itu, kata dia, diharapkan akan membangkitkan persaingan pelayanan yang sehat sebagaimana diamanatkan dalam Permenhub 56.

    Zaenuddin mengingatkan Bandara Ahmad Yani pada dasarnya merupakan Lanumad, tetapi dilandasi dengan kesadaran dan keikhlasan untuk mendukung program pemerintah maka dipergunakan bersama masyarakat. "Mungkin hanya sedikit militer di dunia yang bandaranya digunakan bersama dengan maskapai penerbangan sipil," ucapnya.

    Oleh karena itu, lanjut Zaenuddin, sebagai unsur pertahanan negara, pihak pengelola Bandara Ahmad Yani diminta menciptakan ketertiban, kelancaran, serta keamanan yang ekstra ketat dibanding bandara lain. "Di antaranya dengan membuat kerja sama yang ketat pula," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.