Penumpang Pesawat Diduga Dibentak oleh Eks TNI, Ini Respons AP I

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang pesawat berada di ruang check-in, atau ruang konfirmasi calon penumpang pesawat, di Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 6 Juni 2018. Terminal baru bandara ini dijadwalkan akan diresmikan Presiden Jokowi pada Kamis, 7 Juni 2018. ANTARA/R. Rekotomo

    Calon penumpang pesawat berada di ruang check-in, atau ruang konfirmasi calon penumpang pesawat, di Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 6 Juni 2018. Terminal baru bandara ini dijadwalkan akan diresmikan Presiden Jokowi pada Kamis, 7 Juni 2018. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi mengatakan pihaknya belum mendapat informasi terkait oknum yang menghentikan taksi penumpang pesawat di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Ia juga menilai kejadian tersebut tidak ada hubungannya dengan oknum eks TNI. "Kalau eks TNI saya kira nggak, lah," kata Israwadi kepada Tempo, Jumat, 20 Juli 2018. 

    Baca: Usai Penumpang Pesawat Dibentak, Bandara Ini Sediakan Taksi Argo

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan secara umum insiden tersebut tak terkait langsung dengan institusi TNI. "Ini adalah urusan oknum yang dulunya TNI, berlaku seperti itu," ucapnya.

    Budi Karya mengaku sampai berbicara langsung dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terkait insiden penumpang pesawat di bandara Amad Yani, Semarang, Jawa Tengah. 

    Baca: Menhub Minta Maaf Penumpang Pesawat Dipaksa Naik Taksi Bandara

    Lebih jauh Israwadi menjelaskan memang lahan yang digunakan Bandara Ahmad Yani ialah milik TNI. "Kami memang memanfaatkan lahan itu atas dasar pemanfaatan lahan itu kami juga bekerja sama dengan TNI," tuturnya. 

    Tak hanya itu, Israwadi juga menjelaskan taksi di Bandara Ahmad Yani memang dikelola oleh koperasi S16 milik TNI. "Jadi prinsipnya kami bekerja sama dengan koperasi kalau ada pelanggaran dari oknum kami usut dulu," katanya. 

    Insiden ini mencuat setelah Nathalie menuturkan kisahnya melalui akun Facebook pada 15 Juli 2018. Setelah mendarat di Bandara Ahmad Yani, Semarang, dia menumpang taksi Blue Bird yang kebetulan kosong. Semua barang sudah dimasukkan ke dalam bagasi mobil. "Setelah taksi mulai berjalan kurang lebih 10-20 meter tiba-tiba taksi kami diberhentikan oleh seorang oknum di Bandara," ujarnya.

    Bukan hanya memberhentikan taksi Blue Bird, menurut Nathalie, sang oknum juga membentak dia dan sopir taksi. "Saya tidak boleh naik taksi Blue Bird, karena ada peraturan yang melarang kami naik taksi lain selain taksi bandara," katanya.

    Simak berita menarik lainnya terkait penumpang pesawat hanya di Tempo.co

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.