Curhat Menteri Budi Karya Saat Disebut Tak Bertanggung Jawab

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memantau pelayanan di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, Ahad, 17 Juni 2018. Budi juga meninjau kesiapan dermaga terkait dengan keselamatan penumpang saat libur Lebaran. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memantau pelayanan di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, Ahad, 17 Juni 2018. Budi juga meninjau kesiapan dermaga terkait dengan keselamatan penumpang saat libur Lebaran. TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan curahan hatinya saat menghadiri acara Musyawarah Besar ke-IV Indonesian Maritime Pilot Association (INAMPA). Curahan hati ini disampaikan seusai maraknya insiden kecelakaan kapal dalam beberapa minggu terakhir.

    Baca: Menhub Minta Maaf Penumpang Pesawat Dipaksa Naik Taksi Bandara

    Menurut Budi Karya, beberapa sektor dalam pelayanan terhadap masyarakat memang belum sepenuhnya sempurna. Namun Kementerian Perhubungan terus melakukan banyak upaya perbaikan di sana-sini. Salah satu perbaikan yang utama dilakukan pada keselamatan pelayan dan angkutan penyeberangan.

    Namun, toh, beragam persepsi tetap muncul terhadap mantan Presiden Direktur Angkasa Pura II ini. "Saya selalu dikutip sebagai orang yang tidak bertanggung jawab," kata Budi Karya dalam acara yang diadakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Juli 2018, tersebut. Meski begitu, kepada para peserta acara, dia menyampaikan sama sekali tidak bermaksud berkeluh kesah terhadap aneka persepsi tersebut.

    Baca: Menhub Budi Karya: Perbaikan Jalan Rp 43 T per Tahun

    Sebelumnya, sejumlah insiden kecelakaan terjadi secara beruntun. Pada 18 Juni 2018, Kapal Motor Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, dan menewaskan setidaknya tiga korban dan ratusan orang hilang. Dua minggu berselang, 3 Juli 2018, giliran Kapal Motor Lestari Maju yang tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, dan menyebabkan sekitar 35 penumpang tewas.

    Seusai serentetan kejadian ini, Budi Karya telah meminta prosedur operasi standar atau SOP pelayaran di berbagai pelabuhan diperbaiki. Proses ramp check atau uji kelaikan kapal juga dilakukan menyeluruh, terutama di Danau Toba dan perairan Selayar yang menjadi lokasi terjadinya insiden kecelakaan. Di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, Budi juga beberapa kali berkunjung untuk mengecek keselamatan penyeberangan warga ke Kepulauan Seribu.

    Tak tanggung-tanggung, Budi pun berencana menunjuk direktur khusus di bawah Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Direktur ini akan bertugas khusus mengawasi keselamatan angkutan penyeberangan. Nantinya, semua syahbandar di pelabuhan penyeberangan direncanakan bertanggung jawab langsung kepada Dirjen Darat.

    Terakhir, dalam acara ini, Budi Karya menawarkan agar pandu-pandu yang dimiliki INAMPA bisa bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan. Budi ingin pelatihan juga diberikan kepada pandu yang berada di daerah terluar di Indonesia. Lagi-lagi, wacana ini bertujuan menjamin keselamatan pelayaran dari kapal-kapal di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.