Senin, 22 Oktober 2018

BKPM Minta Tambahan Anggaran Rp 200 Miliar untuk Sistem OSS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Thomas Lembong saat Memberikan Keterangan Pers Realisasi Investasi Kuartal I di Kantor BKPM Jakarta, 26 April 2017. Tempo/Tongam sinambela

    Kepala BKPM Thomas Lembong saat Memberikan Keterangan Pers Realisasi Investasi Kuartal I di Kantor BKPM Jakarta, 26 April 2017. Tempo/Tongam sinambela

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta tambahan anggaran sekitar Rp 200 miliar per tahun untuk operasional sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik (Online Single Submission/OSS).

    Baca juga: BKPM Tingkatkan Koordinasi Pusat dan Daerah Dukung Sistem OSS

    "Sementara ini kami ajukan tambahan anggaran Rp200 miliar per tahun. Jadi anggaran BKPM yang semula kira-kira Rp500 miliar per tahun akan naik jadi Rp700 miliar per tahun," kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong di Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.

    Thomas menjelaskan tambahan anggaran yang cukup besar itu akan digunakan mayoritas untuk komputasi awan (cloud computing). Menurut dia, pada abad 21 tidak ada pilihan lain selain sistem komputasi awan.

    Simak pula: Sistem Perizinan Online Single Submission Akhirnya Diresmikan

    Tambahan anggaran juga diperlukan untuk melakukan sosialisasi ke daerah dan kementerian/lembaga. Sosialisasi pun akan dilakukan ke kalangan pengusaha baik di tingkat domestik maupun internasional.

    "Yang paling kritis itu ya sosialisasi. Kami harus digiring dan dilatih dan diorientasi perpindahan dari sistem lama ke sistem baru," tuturnya.

    Thomas menuturkan pihaknya tengah menyiapkan standar prosedur operasional dan struktur organisasi agar pada November mendatang telah siap mengambilalih sistem OSS dari Kemenko Perekonomian.

    Menurut dia, lembaga itu telah memetakan divisi-divisi yang akan dibentuk untuk melayani investor dalam implementasi sistem OSS. "Sudah ada rancangannya, tapi ini semua harus menjadi satu kesatuan. Percuma kalau kita bikin organisasi tapi anggarannya enggak ada. Sebaliknya, anggaran dikasih tapi kita enggak punya rencana, desain organisasi ya gimana," katanya.

    Mantan Menteri Perdagangan itu menyebut hal lainnya yang perlu diurus juga terkait administrasi serta pelimpahan wewenang di kementerian/lembaga kepada OSS yang saat ini masih dalam proses.

    "Terus terang masih banyak tertib administrasi yang perlu dilakukan seperti soal surat keputusan (SK) Menko Perekonomian dan pelimpahan wewenang di kementerian/lembaga ke OSS juga masih banyak yang dalam proses," kata Kepala BKPM tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.