Penjualan Kondominium di Jabodetabek Turun di Kuartal II

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan kondominium The Masterpiece di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, Kamis (8/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pekerja menyelesaikan kondominium The Masterpiece di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, Kamis (8/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan hunian kondominium di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) melesu pada kuartal kedua 2018. Konsultan properti Jones Lang Lasalle mencatatkan tingkat penjualan pasar hunian kondominium di kuartal II mengalami penurunan 1 persen ketimbang kuartal sebelumnya, menjadi 63 persen.

    Baca: Retail dan Kondominium Bakal Terpukul

    "Kondominium yang terjual pada kuartal kedua 2018 sekitar 900 unit," ujar Head of Residential JLL Luke Rowe dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 19 Juli 2018.

    Permintaan kondominium pada kuartal II sebagian besar datang dari pasar kondominium kelas menengah dan menengah ke bawah. Adapun pasokan kondominium yang baru diluncurkan pada kuartal kedua hanya sekitar 300 unit dan datang dari kelas menengah ke bawah.

    Baca: LaSalle: Tingkat Penjualan Apartemen di Jabodetabek Turun

    Berdasarkan data JLL, ada sekitar 8000 unit kondominium yang rampung dibangun di Jakarta pada kuartal II. Dengan demikian, jumlah pasokan kondominium yang telah dibangun di ibu kota adalah sekitar 144 ribu unit. "Hingga tahun 2022, diperkirakan akan ada penambahan pasokan kondominium di Jakarta sebanyak 53 ribu unit," ujar Luke Rowe.

    Sementara sektor kondominium melesu, JLL melaporkan pasar ritel tercatat stagnan pada semester pertama 2018. "Tidak ada pergerakan yang signifikan," ujar Heads of Retails JLL Cecilia Santoso.

    Meski demikian Cecilia berujar harga dan tingkat permintaan ritel stabil bergerak seiring dengan para peritel dan pemilik tanag yang mencoba lebih kreatif untuk mengundang peritel baru melalui program promosi yang menarik, sampai perubahan konsep tenancy mix.

    Saat ini, kata dia, sektor fesyen serta makanan dan minuman secara konsisten masih menjadi daya tarik utama bagi konsumen. "Dengan tingkat hunian yang stabil di 88 persen, hal ini dipercaya akan berlanjut sampai akhir tahun 2018." ujar Cecilia.

    Simak berita menarik lainnya terkait kondominium hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.