Harga Avtur Naik, Begini Strategi Citilink Indonesia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramugari maskapai Citilink Indonesia berseragam hijab menyajikan makanan dalam penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya, 14 Mei 2018. Salah satu seragam yang baru dilincurkan adalah seragam pramugari berhijab. ANTARA/Aprillio Akbar

    Pramugari maskapai Citilink Indonesia berseragam hijab menyajikan makanan dalam penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya, 14 Mei 2018. Salah satu seragam yang baru dilincurkan adalah seragam pramugari berhijab. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia menyatakan tidak menaikkan harga tiket pesawat sama sekali meskipun kurs rupiah melemah dan harga bahan bakar (avtur) naik secara signifikan.

    Baca: Citilink Bantah Pesawatnya Hilang Kontak

    “Kurs rupiah memang ada dampak ke kami, tetapi yang paling berdampak sebenarnya kenaikan harga fuel,” kata Juliandra Nurtjahjo, Direktur Utama Citilink Indonesia, saat ditemui di Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

    Meskipun harga fuel melambung cukup tinggi, Citilink menyatakan tidak memberatkan penumpang dengan menaikkan harga tiket pesawat. Citilink melakukan strategi lain yang dapat membantu perekonomian perusahaan menjadi stabil kembali.

    “Kami menekan biaya dan meningkatkan efisiensi dengan cara mengurangi biaya cost per kilometer dan kami harus menambah utilisasi sebanyak-banyaknya. Jadi, dengan utilisasi bertambah, flight ours bertambah, dan pendapatannya juga bertambah, maka itu dapat menekan biaya,” ucap Juliandra.

    Harga fuel naik di angka 68 sampai 70 sen dolar Amerika Serikat per liter. Juliandra mengatakan biaya kontribusi untuk fuel awalnya 35 persen dari seluruh total pengoperasian. Namun, karena harga fuel melambung naik, biaya kontribusi menjadi 45 persen dari total biaya operasi. “Jadi hampir setengah biaya pendapatan kita didominasi oleh harga fuel,” katanya.

    Baca: Info Loker: Citilink Indonesia Buka Lowongan untuk 4 Posisi Ini

    Citilink Indonesia, yang berbasis di Jakarta dan Surabaya, telah melayani lebih dari 278 frekuensi penerbangan harian, dengan 71 rute ke 34 kota, di antaranya, Jakarta, Surabaya, Batam, Bandung, Banjarmasin, Denpasar, dan Balikpapan. Pada tahun ini, Citilink juga akan membuka rute baru ke luar negeri.

    Sebagai bukti keberhasilan dalam komitmen meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, Citilink telah meraih beberapa penghargaan. Sepanjang 2017, Citilink meraih sejumlah penghargaan baru, di antaranya Top IT Implementation Airlines Sector dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, juga Transportation Safety Management Award dari Kementerian Perhubungan. Sedangkan dari Indonesia Travel and Tourism Foundation, Citilink meraih penghargaan untuk kategori Indonesia Leading Low Cost Airline selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2011.

    MAWARDAH | MARTHA WARTA SILABAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.