Garuda Indonesia Raih Penghargaan Awak Kabin Terbaik Skytrax

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury (kiri) saat mengecek persiapan penerbangan haji 2018. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury (kiri) saat mengecek persiapan penerbangan haji 2018. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, London - Maskapai Garuda Indonesia meraih penghargaan sebagai Awak Kabin Terbaik Dunia dari Skytrax, lembaga riset dan review independen untuk industri transportasi udara. Penghargaan World's Best Cabin Staff yang kelima kali berturut-turut sejak 2014 itu diterima oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Tbk. Pahala Nugraha Mansury dalam acara Skytrax World Airline Awards di Hotel Langham, London, Inggris pada Selasa, 17 Juli 2018.

    Baca: Ibadah Haji 2018, Garuda Indonesia Perbanyak Tenaga Putra Daerah

    "Ini adalah penghargaan dari masyarakat. Skytrax merupakan institusi independen yang melakukan survei ke para pelanggan," ujar Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama Garuda Indonesia di Grand Ballroom Langham Hotel London pada Selasa siang atau petang Waktu Indonedia Barat.

    Pahala menyebut penghargaan World's Best Cabin Staff lima tahun berturut-turut sejak 2014 ini memang benar-benar pengakuan dari masyarakat pengguna. Garuda menjadi maskapai pertama di dunia yang berhasil membuat penta-trick. "Sesuatu yang membedakan Garuda dengan maskapai lain adalah keramah-tamahan Indonesia yang diberikan awak kabin yang melayani para penumpang," kata Pahala.

    Vice President Cabin Crew Garuda Indonesia Sarah Iridina menyatakan rasa bangga sekaligus terharu karena hasil kerja keras seluruh tim mendapat pengakuan. Menurut dia, pengakuan tersebut juga menjadi pekerjaan rumah untuk dipertahankan. "Kami akan terus-menerus meningkatkan kinerja dan memberikan motivasi ke seluruh awak kabin Garuda dan bagaimana kita harus memperkenalkan keramahan Indonesia kepada dunia," ujar Sarah.

    Menurut Sarah, kunci yang membuat awak kabin Garuda diakui sebagai yang terbaik di dunia adalah ketulusan yang merupakan budaya tertinggi masyarakat Indonesia. "Ketulusan itu yang tercermin dari awak kabin kami. Itu yang terus kami tingkatkan sehingga layanan yang diberikan itu menjadi layanan dari hati," ucap dia.

    Skytrax berbasis di London, Inggris, berdiri sejak 1989. Pada 1999, Skytrax mulai memperkenalkan skema pemeringkatan maskapai. Ada dua kategori besar dalam Skytrax World Airline Award, yakni penghargaan global yang terdiri atas 16 kategori termasuk World's Best Cabin Staff. Kategori besar kedua adalah penghargaan regional untuk berbagai tipe maskapai dan kelas kabin.

    Menurut laman Skytrax, tujuan penghargaan ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan di seluruh dunia. Survei dilakukan secara online pada periode Agustus 2017- Mei 2018 dengan responden berjumlah sekitar 20-36 juta traveller yang berasal dari 100 negara lebih. Ada lebih dari 335 maskapai penerbangan yang disurvei. Mereka tidak perlu mendaftar atau membayar untuk disurvei.

    Garuda Indonesia selain pernah meraih penghargaan World's Best Cabin Staff 2014, 2015, 2016, 2017, dan 2018; juga memenangkan kategori World's Most Loved Airline (2016); World's Best Economy Class dan Best Economy Class Airline Seat (2013); World's Best Regional Airline dan The Best Regionsl Airline in Asia (2012); dan Wold's Most Improved Airline (2010).

    Selain itu Garuda juga pernah meraih peringkat 5 Star Airline (2016 dan2015); 4 Star Airline (2010); Top 7 Airlines (2014); Top 8 Airlines (2015 dan 2013); Top10 Airlines (2018 dan 2017); serta Top 11 Airlines (2016 dan 2012). Di tahun ini, Garuda masuk dalam lima besar maskapai 5 Star Airline.

    Menurut Pahala, penghargaan World's Best Cabin Staff lima tahun berturut-turut ini menunjukkan bahwa kualitas produk dan layanan di atas kabin sudah cukup baik. Di Garuda Indonesia, kata Pahala, ada 28 titik layanan yang berinteraksi dengan pelanggan, sebanyak 18 titik layanan ada di kabin. Untuk menjadi World's Best Airline, "10 titik layanan yang ada sebelum dan sesudah perjalanan dengan pesawat itu yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan dari waktu ke waktu," ujarnya.

    *


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.