Sri Mulyani Tersenyum Saat Ditanya Soal Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) berjabat tangan dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) seusai rapat paripurna ke-30 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018. Rapat paripurna tersebut mengagendakan penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Pembicaraan RAPBN 2019 dan RKP 2019 oleh Banggar DPR. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) berjabat tangan dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) seusai rapat paripurna ke-30 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018. Rapat paripurna tersebut mengagendakan penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Pembicaraan RAPBN 2019 dan RKP 2019 oleh Banggar DPR. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tersenyum saat ditanya tanggapan soal dirinya yang disebut sejumlah survei menjadi salah satu kandidat terkuat menjadi calon wakil presiden. Sri Mulyani tidak mengeluarkan sepatah kata pun, ia hanya tersenyum sambil bergegas menuju lift.

    BACA: Sri Mulyani ke DPR Lapor Kinerja APBN 2018

    Hal tersebut terjadi saat Sri Mulyani menghadiri peringatan 10 tahun PT Adaro Energy Tbk melantai di bursa efek Indonesia.

    Saat memberikan pidato di acara tersebut Sri Mulyani Indrawati mengatakan menyambut dengan perasaan yang sangat istimewa soal rilis tingkat kemiskinan dari Badan Pusat Statistik. "Hari ini BPS mengumumkan tingkat kemiskinan 9,82 persen. The first time in the historic of Indonesia, tingkat kemiskinannya di bawah 10 persen," kata Sri Mulyani di acara peringatan 10 tahun Adaro masuk bursa efek Indonesia di Hotel Ritz Carlton Ballroom Pasific Place, Senin, 16 Juli 2018.

    Sri Mulyani mengatakan selama menjadi  menteri keuangan terus fokus berusaha menurunkan kemiskinan di Indonesia. Pada periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani pernah menjabat sebagai menteri keuangan.

    BACA: Sri Mulyani Sindir Tunjangan Guru: Besar tapi Tak Berkualitas

    "Dulu Pak Harto (Presiden Kedua RI Soeharto) di 11 persen mendekati 10, dan itu sudah repelita (rencana pembangunan lima tahun) ke 5 dan kemudian terjadi lah krisis, sehingga kemiskinan naik lagi ke level 24. Sama presiden SBY di mana saya juga sebagai Menkeu menurunkan pada level hampir mendekati 11 persen juga, tapi setelah itu tetep berhenti pada saat Indonesia belum banyak sekali komoditas," kata Sri Mulyani.

    Pada 5 Juli 2018, Saiful Mujani Research Center (SMRC) menyebut Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrwati paling berpotensi menjadi cawapres dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Selain, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan Menteri Keuangan ini, SMRC menyebutkan ada lima nama lain yang memiliki peluang menjadi cawapres.

    CEO Riset SMRC Djayadi Hanan mengatakan nama ketujuh tokoh itu antara lain Mahfud MD, Sri Mulyani, Chairul Tanjung, Airlangga Hartarto, dan M Zainul Majdi. Nama Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, dan Said Aqil Siradj juga masuk dalam daftar cawapres potensial. "Nama-nama ini selalu muncul memperoleh penilaian tertinggi, baik oleh elite, opinion leader, maupun masyarakat pemilih secara keseluruhan," kata Djayadi di kantornya, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.