Bus AirAsia Terbakar, AP II Audit Seluruh Peralatan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat AirAsia. airbusgroup.com

    Pesawat AirAsia. airbusgroup.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin meminta seluruh peralatan groundhandling diaudit, pasca terbakarnya bus AirAsia di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. "Tidak hanya groundhandling di Soekarno-Hatta saja, tapi seluruh groundhandling di Bandara yang dikelola Angkasa Pura II," kata Awaluddin, Senin 16 Juli 2018.

    Baca: Menhub Tegur AirAsia karena Pesawat Delay Berkepanjangan

    Pemeriksaan menyeluruh peralatan groundhandling seperti bus, menurut Awaluddin, bagian dari safety campaign. Terkait dengan penyebab terbakarnya bus lower deck yang digunakan untuk mengangkut penumpang itu, Awaluddin mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan tim dari otoritas Bandara Soekarno-Hatta. Dia mengakui peristiwa kebakaran ini bukan sekali ini saja terjadi, tapi sudah beberapa kali terjadi.

    Bus lower deck yang biasa digunakan mengangkut penumpang milik maskapai penerbanga AirAsia terbakar di apron Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Sabtu 14 Juli 2018, pukul 18.00.

    Security Rescue & Fire Senior Manager Bandara Soekarno-Hatta, Tommy Bawono mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 dan tidak berdampak pada keamanan bandara karena api dengan cepat dipadamkan.


    Baca:
     Heboh Delay AirAsia Berkepanjangan Juga Terjadi di Jepang

    Saat ada laporan bus terbakar, kata Tommy, pemadam kebakaran bandara dengan cepat menangani api. "Api bisa dipadamkan dalam waktu singkat," katanya.

    AirAsia Indonesia memastikan tidak ada korban dalam insiden terbakarnya salah satu bus yang berada di apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu malam 14 Juli 2018. "Saat kejadian berlangsung, bus dalam keadaan kosong. Tidak ada korban dalam insiden tersebut," ujar Head of Communications AirAsia Indonesia Baskoro Adiwiyono saat dihubungi malam ini.

    Baskoro mengatakan, saat ini AirAsia Indonesia tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait dalam proses investigasi mengenai kejadian tersebut. "AirAsia Indonesia berkenan untuk menekankan bahwa keselamatan penerbangan senantiasa menjadi prioritas kami."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?