Rabu, 26 September 2018

AP II Gandeng ACI Audit Bandara Kualanamu dan Minangkabau

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang berada di Stasiun Kereta Api Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumut (27/3). Kereta api yang terdiri dari empat rangkaian kereta eksklusif berkapasitas 172 tempat duduk melayani perjalanan Medan-Kualanamu 36 jadwal perjalanan dengan waktu tempuh sekitar 37 menit. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Sejumlah penumpang berada di Stasiun Kereta Api Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumut (27/3). Kereta api yang terdiri dari empat rangkaian kereta eksklusif berkapasitas 172 tempat duduk melayani perjalanan Medan-Kualanamu 36 jadwal perjalanan dengan waktu tempuh sekitar 37 menit. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II menggandeng Airport Council Internasional (ACI), lembaga bandara dunia, untuk mengaudit secara menyeluruh Bandara Kualanamu Sumatera Utara dan Bandara Minangkabau, Sumatera Barat.

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan audit yang masuk dalam program Airport Excellent Safety ini dilakukan untuk peningkatan keamanan level Bandara yang dikelola perusahaan tersebut. "Ini sangat penting, karena hal ini sejalan dengan berbagai program Angkasa Pura II," ujar Awaluddin usai kesepakatan dengan ACI di Auditorium Angkasa Pura II, Senin 16 Juli 2018.

    Baca juga: 3 Maskapai Ajukan Penambahan Jadwal Terbang di Bandara Kualanamu

    Awaluddin mengatakan berbagai program yang kini sedang dijalankan perusahaan pelat merah itu adalah, target penumpang yang saat ini
    sudah menembus 100 juta penumpang. Tahun ini juga ditargetkan pergerakan pesawat 1 juta yang tahun lalu masih 820 ribu di seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura II.

    Menurut Awaluddin, saat produktivitas bandara meningkat, harus dibarengi dengan peningkatan level keamanan. "Kita tidak bisa berkilah dengan bandara padat dan traffic yang tinggi. Peningkatan safety level harus dikedepankan. Faktor faktor Safety tidak boleh diabaikan."

    Awaluddin mengungkapkan alasan dipilihnya Bandara Kualanamu dan Minangkabau untuk diaudit menyeluruh oleh para expert penerbangan dunia itu. "Representasi bandara besar, dan dua bandara ini sedang dalam tahap pengembangan,"kata Awaluddin.

    Beberapa perkembangan Bandara Minangkabau tahun ini, kata Awaluddin, sudah mencapai 4 juta penumpang yang tahun lalu 3,5 juta penumpang. Pengembangan infrastruktur sedang perluasan apron, terminal. "Kualanamu juga sama dan tahun ini penambahan terminal seluas 70 ribu meter, cukup luas."

    Tim Audit dari ACI yang dipimpin Manager ini Safety Ermenando Silva akan bekerja selama dua pekan di masing masing Bandara yang akan diaudit. Mereka menerjunkan dua tim yang terdiri dari para expert penerbangan dari berbagai dunia seperti Sydney, Brisbane, Nepal, Dubai, Kuala Lumpur dan negara lainnya. "Tdak ada airport yang memiliki kategori sempurna. Masing masing bandara punya titik lemahnya," kata Ermenando.

    Nantinya, kata Awaluddin, tim ACI akan mengeluarkan general rekomendation dari hasil audit tersebut yang meliputi runway safety, apron, safety management system. "Empat dokumen penting meliputi airroom manual, safety management system, akan memaparkan apa yang ditulis dan diterapkan, emergency planning, airport Security program," ujar Awaluddin.

    Forum ini, kata dia, juga akan memberikan berbagai pengalaman multi perspektif yaitu dari sisi udara (airside), runway, apron, terminal untuk Bandara Kualanamu dan Bandara Minangkabau. "Hasil rekomendasi ini akan kami follow up dan nantinya diimplementasikan di dua Bandara itu dan bandara lainnya yang dikelola Angkasa Pura II," kata Awaluddin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.