500 Startup di Dalam Negeri Kekurangan Tenaga TI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf mengampanyekan platform Go Startup Indonesia di berbagai komunitas di Ruang dan Tempo, Gedung Tempo, Jakarta Barat, Rabu, 11 Juli 2018.

    Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf mengampanyekan platform Go Startup Indonesia di berbagai komunitas di Ruang dan Tempo, Gedung Tempo, Jakarta Barat, Rabu, 11 Juli 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta -Perusahaan marketplace talenta teknologi, Ekrut, mencatat terdapat lebih dari 500 startup di dalam negeri yang kekurangan tenaga Teknologi Informasi (TI). Hal ini diketahui karena sepanjang semester pertama tahun ini, berbagai perusahaan rintisan berupaya menutup kekurangan tersebut dengan membuka lowongan kerja bagi talenta teknologi.

    Berbagai keahlian yang paling banyak dicari di antaranya back-end engineerfront-end engineermobile engineerfull stack engineer, dan DevOps engineer.

    Baca: Ini Persiapan Bekraf Agar Startup Segera Listing di Bursa Efek

    Permintaan startup terhadap tenaga ahli TI sepanjang semester I/2018 bahkan meroket sepuluh kali lipat dibandingkan tahun lalu. Adapun pertumbuhan ketersediaan profesional di bidang TI bergerak lebih lambat dengan hanya tumbuh dua kali lipat dari periode sebelumnya.

    Co-Founder sekaligus Chief Operating Officer Ekrut Ardo Gozal menyatakan pertumbuhan ekosistem digital di dalam negeri tumbuh begitu pesat dalam setahun terakhir. Hal tersebut turut mendorong berbagai perusahaan rintisan teknologi meningkatkan aktivitas perekrutan tenaga TI.

    Baca: 2018, Pemerintah Targetkan 20 IKM Jadi Startup

    "Kebutuhan perusahaan terhadap tenaga ahli TI terus meningkat. Penetrasi internet yang terus meluas dan menjangkau semakin banyak masyarakat membuat perusahaan teknologi membutuhkan semakin banyak tenaga kerja," ujar Ardo dalam keterangan resmi, Sabtu, 14 Juli 2018.

    Ekrut merupakan marketplace penghubung talenta dengan korporasi pencari talenta teknologi berkualitas tinggi. Perusahaan yang mengusung konsep talent marketplace pertama di Indonesia itu melakukan kurasi berbasis algoritma untuk menjaring kandidat ahli TI terbaik sesuai kebutuhan klien korporasi. Algoritma yang sama turut membantu pencari kerja bertemu dengan perusahaan yang paling sesuai dengan kriteria mereka.

    Berbeda dengan cara konvensional, Ekrut mengimplementasikan instant sourcing yang memungkinkan korporasi untuk tidak melakukan job posting dan menunggu lamaran pencari kerja. Sistem tersebut memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan kandidat yang dirasa cocok sesaat setelah terverifikasi.

    Sistem yang dipergunakan dapat membuat periode perekrutan karyawan yang bermanfaat bagi perusahaan dan pencari kerja menjadi lebih efisien. Ekrut yang didirikan pada 2016 mengklaim telah memiliki ratusan klien perusahaan, mulai dari startupunicorns, sampai perusahaan publik nasional.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.