BUMN: Pembelian 51 Persen Saham Freeport Tak Didanai Bank BUMN

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana acara penandatanganan perjanjian antara Pemerintah Pusat, Pemprov Papua, Pemkab Mimika dan PT Inalum tentang Pengambilan Saham Divestasi PT Freeport Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, 12 Januari 2018. TEMPO/Subekti

    Suasana acara penandatanganan perjanjian antara Pemerintah Pusat, Pemprov Papua, Pemkab Mimika dan PT Inalum tentang Pengambilan Saham Divestasi PT Freeport Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, 12 Januari 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo mengatakan tidak ada perbankan BUMN yang mendanai atau memberikan kredit kepada Holding Industri Pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum untuk membeli 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

    "Tidak ada," kata Gatot di Gelora Bung Karno, Jakarta, saat ditanya apakah ada bank BUMN yang menyalurkan kredit ke Inalum untuk membeli saham Freeport, Jakarta, Senin dini hari, 16 Juli 2018. "Dari asing," kata Gatot saat ditanya 11 bank yang membiayai pembelian Inalum dari mana.

    Baca juga: Indonesia Kuasai Freeport jadi Trending Topics di Twitter

    Saat ditanya lebih lanjut soal bank asing yang membiayai kredit pembelian 51 persen saham Freeport oleh Inalum, Gatot enggan merinci.

    Pada 12 Juli 2018, Direktur Utama PT Inalum, Budi Gunawan Sadikin mengatakan ada 11 bank yang siap membantu mendanai pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

    "Ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi," kata Budi Gunawan Sadikin saat ditemui di Kementerian Keuangan.

    Hal tersebut Budi sampaikan usai Inalum, PTFI, dam Rio Tinto melakukan penandatangan pokok-pokok perjanjian atau head of agreement soal penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI ke INALUM.

    Pada hari yang sama Freeport McMoran menyepakati pelepasan 51 persen saham anak usahanya, PT Freeport Indonesia kepasa Inalum. Induk usaha pertambangan pelat merah itu akan menyelesaikan transaksi pembelian pada dua bulan ke depan.

    Direktur Utama PT Inalum Budi Gunawan Sadikin mengatakan nilai transaksi itu sebesar US$ 3,85 miliar. Inalum akan menggelontorkan US$ 3,5 miliar untuk membeli 40 persen hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.