Kementan Pastikan Kesehatan Kuda Peserta Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kiri) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ( kanan) meninjau arena pacuan kuda Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 di Jakarta 14 Juli 2018. Arena pacuan untuk Asian Games 2018 memilik luas lahan 35 hektare selain itu memiliki jalur berkuda, 160 unit kandang, dan 920 kursi penonton. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kiri) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ( kanan) meninjau arena pacuan kuda Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 di Jakarta 14 Juli 2018. Arena pacuan untuk Asian Games 2018 memilik luas lahan 35 hektare selain itu memiliki jalur berkuda, 160 unit kandang, dan 920 kursi penonton. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan Badan Karantina Pertanian telah mengambil sejumlah langkah untuk menjamin kesehatan kuda peserta Asian Games 2018 asal luar negeri yang akan ikut bertanding.

    “Persiapan mulai dilakukan di awal tahun 2018, yakni dengan meminta persetujuan instalasi dari Organisasi Kesehatan Dunia, OIE di Perancis,” kata Amran dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 15 Juli 2018.

    BACA: Susy Susanti Mulai Kirab Obor Asian Games 2018 dari India

    Kementerian Pertanian mencatat ada 130 ekor kuda yang dibawa oleh atlet dari 17 negera. Semua kuda tersebut, kata Amran, harus diperiksa karena berdasarkan catatan Kementan, ada 3 penyakit kuda yang  belum ada di Indonesia dan harus diwaspadai yakni dourine, glanders dan equine infectious anemia.

    "Persiapan payung hukum, perlengkapan, dan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dokter hewan dan paramedik dari Badan Karantina Pertanian telah disiapkan untuk menjamin kesehatan kuda yang didatangkan para atlet," tutur Amran.

    Amran menjelaskan saat ini Badan Karantina Pertanian serta Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian telah menetapkan Jakarta Equistrian Park (JEP) yang akan menjadi venue pacuan kuda sebagai Equine Disease Free Zone (EDFZ). Sementara stables Arthayasa di Depok yang juga menjadi tempat karantina kuda peserta Asian Games ditetapkan oleh Badan Karantina Pertanian sebagai Registrered Animal Quarantine Installation  (RAQI), sebagai tempat karantina hewan bagi kuda Non-European Approval, seperti India, Cina dan lainnya.

    "Untuk kuda asal negara Eropa dan negara di luar Eropa yang telah memiliki pengakuan European Approval dapat langsung menuju area balap kuda di Jakarta Equastrian Park," ujar dia.

    BACA: Jokowi Minta Tiket Asian Games 2018 buat Pelajar Digratiskan

    Area balap kuda Jakarta Equestrian Park di Pulomas di Jakarta Timur merupakan pacuan kuda yang terbesar di Asia Tenggara dan disebut menjadi arena bertaraf internasional pertama di Indonesia. Jakarta Equestrian Park memiliki luas sekitar 30 hektar yang terdiri dari 4 bagian utama, yakni horse stables (kandang kuda), tribun penonton dengan kapasitas seribu kursi arena terbuka dan 500 kursi VIP, arena equestrian, dan groom dormitory (asrama perawat kuda). Venue ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas kesehatan untuk kuda mulai dari equine clinic hingga kandang isolasi telah dibangun. 

    Sementara itu stables Arthayasa seluas 12 hektar juga memiliki fasilitas instalasi yang telah disesuaikan dengan aturan perkarantinaan. Hal itu untuk menjamin hewan yang dikarantina sehat dan aman saat bertanding nanti.

    Baca berita tentang Asian Games 2018 lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.