Susi Pudjiastuti: Karang di Banda Diinjak, Kremek Kayak Kerupuk

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berjoget bersama dalam acara kampanye Pandu Laut Nusantara saat car free day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 15 Juli 2018. Acara tersebut turut dihadiri beberapa musikus, di antaranya Kaka Slank, Ridho Slank, dan Marcel Siahaan. TEMPO/M. Taufan Rengganis.

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berjoget bersama dalam acara kampanye Pandu Laut Nusantara saat car free day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 15 Juli 2018. Acara tersebut turut dihadiri beberapa musikus, di antaranya Kaka Slank, Ridho Slank, dan Marcel Siahaan. TEMPO/M. Taufan Rengganis.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyesali adanya kerusakan terhadap karang laut yang terjadi di sejumlah perairan Indonesia. Menurut Susi, kerusakan ini bisa terjadi akibat tindakan para penyelam di laut yang menginjak karang seenaknya.

    "Itu artinya cintanya ke laut masih di mata saja, belum di hati," kata Susi dalam acara Gerakan untuk Laut Indonesia yang Sehat di depan Menara BCA, Jalan Sudirman, Jakarta, saat ajang Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD), Minggu, 15 Juli 2018.

    BACA: Lulus SMA, Susi Pudjiastuti Minta Hadiah Libur 6 Bulan ke Jokowi

    Acara ini diadakan organisasi Pandu Laut Nusantara yang didirikan sebagai upaya merangkul seluruh komunitas pecinta laut yang memiliki peran penting dalam pemanfaatan Indonesia yang 71 persen wilayahnya adalah lautan. Dalam acara ini, sejumlah aktivis lingkungan ikut hadir yaitu vokalis dan gitaris grup band Slank, Kaka dan Ridho, musisi Marcell Siahaan, dan model Isabel Yahya.

    Salah satu kerusakan karang dipantau Susi terjadi di Laut Banda, Kepulauan Maluku. Menurut dia, para penyelam di sana melakukan kegiatan briefing di dalam air. Tapi, kaki mereka yang mengenakan kaki katak atau fin renang justru menginjak karang begitu saja.

    Walhasil, beberapa karang yang indah di sana pun akhirnya bolong dan rusak. "Diinjek-injek itu karangnya, jadi kremek kayak kerupuk," kata Susi. Hal yang sama menurut dia juga terjadi di beberapa titik perairan yang lain.

    BACA: Susi Pudjiastuti: Kampanye Penyelamatan Laut Tugas Kita Semua

    Kaka Slank yang juga menggemari olahraga menyelam menilai banyak masyarakat yang selama ini keliru. Ia mengatakan bahwa seorang penyelam memang tidak boleh berdiri di atas karang karena akan berujung pada kerusakan.

    Ia berharap masyarakat yang tertarik atau rutin berolahraga selam untuk bergabung dengan Pandu Laut Nusantara ini. Sebab, anggota organisasi ini juga tergabung dalam komunitas penyelam yang akan memberikan pelatihan yang benar soal cara menyelam yang lebih baik. "Itu bisa dilatih kok, intinya harus nambah knowledge (pengetahuan) lah," tuturnya.

    Baca berita tentang Susi Pudjiastuti lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.