Evakuasi Cross Girder yang Putus di Jembatan Kalikuto Ditunda

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggunakan alat berat mengerjakan pembangunan Jembatan Kalikuto di Batang, Jawa Tengah, Selasa, 12 Juni 2018. Pengerjaan jembatan dikebut agar pada H-2 Lebaran dapat digunakan pemudik. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Pekerja menggunakan alat berat mengerjakan pembangunan Jembatan Kalikuto di Batang, Jawa Tengah, Selasa, 12 Juni 2018. Pengerjaan jembatan dikebut agar pada H-2 Lebaran dapat digunakan pemudik. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Batang - Proses evakuasi putusnya cross girder (tali baja penyangga girder) di jalur tol Jembatan Kalikuto yang menghubungkan Kabupaten Batang dan Kendal, Jawa Tengah ditunda. Pasalnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. masih menunggu alat berat dari Jakarta.

    Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, mengatakan, tali penyangga girder Jembatan Kalikuto terputus dan jatuh ke sungai pada Jumat malam kemarin sekitar pukul 22.00 WIB. "Akan tetapi, tali penyangga girder yang terjatuh ke sungai, hari ini belum dapat dievakuasi karena masih menunggu alat berat yang didatangkan dari Jakarta. Kemungkinan besok (Ahad, 15 Juli) proses evakuasi dapat dilaksanakan," katanya, di Batang, Sabtu, 14 Juli 2018.

    Baca: Cross Girder Jembatan Kalikuto Jatuh, Ini Respons Kementerian PU

    Edi menjelaskan peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa karena posisi pekerja tidak ada di bawah jembatan itu. "Kendati demikian, kami mengimbau pada para pekerja selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas pembangunan jembatan itu," katanya.

    Sementara itu, Manajer Proyek, Mohammad, mengatakan bahwa berdasar hasil analisa sementara tidak ditemukan adanya kerusakan pada girder yang terjatuh ke Sungai Kalikuto. Rencananya cross girder" yang terputus dari rangkaian jembatan itu, kata dia, akan dipasang lagi setelah dilakukan evakuasi.

    Baca: Cross Grider Jembatan Kalikuto Tol Batang Jatuh ke Sungai

    "Kita masih menunggu alat berat untuk melakukan proses evakuasi cross girder yang terputus dari rangkaian jembatan itu," kata Mohammad. Ia menambahkan pembangunan proyek Jembatan Kalikuto ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2018 dan dapat dioperasikan untuk lalu lintas kendaraan pada Oktober mendatang.

    Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan cross girder itu jatuh saat pekerja melakukan penggantian dari penggantung cross girder sementara ke penggantung permanen.

    Arie menyebut ada kekuranghati-hatian dari pekerja saat melakukan penggantian penggantung itu. "Saat balok keenam, kan ini pengait sementaranya dilepas dulu, baru diganti yang tetapnya. Pas melepas pengait lama itu ada yang kurang hati-hati saat melepasnya," ujar Arie kepada Tempo, Sabtu, 14 Juli 2018.

    Menurut Arie, Jembatan Kalikuto adalah jembatan gantung dengan sepuluh cross girder. Pada masa mudik Lebaran kemarin, kata dia, girder tersebut digantung menggunakan penggantung sementara agar konstruksinya cepat rampung. Sejak 2 Juli lalu, penggantung sementara itu mulai diganti dengan penggantung permanen.

     
    ANTARA | CAESAR AKBAR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.